Didemo Mahasiswa, Anggota DPRD Kota Blitar : Jangan Olok-olok Kami

by

Blitar Akurat Media News – Aksi Mahasiswa 11 April juga dilakukan di Kota Blitar. Mahasiswa menggelar aksi di depan Kantor DPRD Kota Blitar di Jalan A Yani.
Aksi para mahasiswa itu untuk menolak kebijakan kenaikan BBM dan menolak wacana penundaan Pemilu serta wacana jabatan presiden tiga periode.

Mahasiswa memulai aksi dengan jalan mundur, lalu berorasi dilanjutkan dengan aksi teatrikal dan bakar ban.

Usai berorasi, para mahasiswa ditemui tiga perwakilan DPRD Kota Blitar. Salah satunya ketua Komisi II DPRD Kota Blitar Yohan Tri Waluyo.

Sempat terjadi ketegangan saat anggota DPRD Kota Blitar hendak menemui mahasiswa. Teriakan pendemo pun terdengar dari kerumunan massa.

“Sudahlah kita bukan seperti yang kalian bilang. Mengolok-olok anggora DPR dan polisi itu salah
Siapa tau ada bapak sampean kerja jadi DPR atau jadi polisi,” ujar Yohan membalas teriakan.

“Kita sudah terima yang rekan-rekan kemukakan mari kita masuk kita audiensi di dalam,” imbuhnya.

Meski sudah mendapatkan lampu hijau untuk menggelar audiensi di dalam gedung, mahasiswa bergeming. Mereka meminta para wakil rakyat melakukan audiensi dan menandatangani kesepakatan bersama di atas panasnya aspal jalanan.

Beberapa isi kesepakatan itu diantaranya menjamin tidak ada kelangkaan BBM terkhusus di Blitar. Mengirimkan maklumat kepada pemerintah pusat dan DPR RI untuk mengkaji kembali kebijakan serta memberi jalan keluar yang solutif dan melakukan kontroling stabilitas bahan pokok.

“Saya jadi DPR juga ingin memperjuangkan rakyat. Saya bersama mahasiswa memiliki kepentingan sama. Memperjuangkan rakyat Indonesia. Kesepakatan bersama ini akan saya sampaikan ke DPR RI,” tambah anggota DPRD Kota Blitar M Hardita Maghdi.

Sementara Rio Hadi Santoso Ketua Umum HMI Cabang Blitar menekankan, aksi unjuk rasa dilakukan berangkat dari keresahan masyarakat. Pemerintah dianggap telah menciderai kepercayaan masyarakat.

“Kami mewakili masyarakat dimana di masa pemulihan dari pandemi, pemerintah justru melakukan hal-hal yang menciderai masyarakat dengan menaikkan harga BBM dan kebutuhan bahan pokok. Pemerintah jangan berbisnis dengan masyarakat,” tegasnya.

“Kita juga mengajak seluruh masyarakat kita tetap pada amanat revolusi 1998, bahwa masa pemerintahan presiden dua periode. Kami menolak penundaan pemilu dan wacana jabatan presiden tiga periode,” pungkasnya. ( Fitri )

About Author: Redaksi

Gravatar Image
akuratmedianews.com - Seputar Informasi Menarik dan Berita Daerah Maupun Nasional Terkini dan Update Setiap Hari. PT. Karsa Pers, SK Kemenkumham dan HAM nomor AHU-0048995.AH.01.01. TAHUN 2020. NPWP: 96.049.734.5-609.00. Marketing: tlp:(031) 82520213, WA: +62 81246718660, WA:+62 85733352993

Leave a Reply

Your email address will not be published.

No More Posts Available.

No more pages to load.