Akuratmedianews.com – Para pedagang pakaian terpantau masih terlihat sepi pembeli. Nampaknya, berkah di hari Raya Idulfitri 2025 masih belum dirasakan oleh penjual pakaian di Pasar Mojoagung, Kabupaten Jombang.
Hal itu dirasakan oleh pedagang pakaian Ratna, yang menjual berbagai jenis pakaian mulai dari pakaian wanita seperti daster, jubah muslim, dan pakaian cowok seperti pakaian koko hingga peci.
Meski sudah mendekati hari raya Idulfitri, mereka mengaku belum banyak pembeli yang datang. “Selama bulan Ramadan ini terkadang hanya ada beberapa pengunjung yang membeli, tapi ada juga pengunjung yang hanya sekedar lihat-lihat saja,”ujar Ratna saat ditemui wartawan Akurat Media News, Kamis (27/03/2025)
“DuaTahun ini sepi pembeli karena kalah dengan toko-toko pakaian besar dan toko pakaian online, jadi semua lebih senang belanja pakaian online, ketimbang membeli langsung ke Pasar,” tambahnya.
Ratna juga menjelaskan bahwa jumlah penjualan sangatlah sedikit tidak seperti yang diharapkan menjelang hari raya Idulfitri 2025.
“Penghasilan selama bulan Ramadan perharinya tidak sampai 150 ribu, sehari cuma bisa mendapatkan uang 50 ribu, terkadang 70 ribu, bahkan pernah hanya 30 ribu sehari,” jelas Ratna.
Ratna mengungkapkan, pedagang pakaian di Pasar Mojoagung merasa rugi dengan jumlah pemasukan yang tidak sebanding dengan pengeluaran ketika membeli pakaian di tengkulak untuk dijual kembali.
“Ditambah baju yang mereka beli dari tengkulak tidak dapat dikembalikan, meskipun tidak laku beberapa bulan hingga tahunan,” ungkap dia.
Hal itu diungkapkan oleh Ratna yang mengakibatkan mereka tidak memiliki modal untuk mengembangkan model-model pakaian.
“Kurangnya pemasukan menyebabkan saya tidak mampu membeli model-model baju terbaru lainnya termasuk model baju muslim,” keluh ratna.
“Sepinya pembeli baju di Pasar mojoagung Jombang menyebabkan beberapa penjual pakaian gulung tikar. Meski terkadang sering banting harga yang murah hanya untuk mendapatkan penghasilan dari penjualan pakaian,” pungkasnya.