banner 728x250

Warga Lima Desa Ring Satu PT UTSG Geruduk Perusahaan, Minta Lelang Transparan

  • Bagikan
Ratusan warga dari lima desa ring satu PT United Tractor Semen Gresik (UTSG) yang merupakan anak perusahaan PT SIG menggeruduk persuahaan yang berlokasi di Desa Sumbearum. (Foto: Istimewa)
banner 780X90

Akuratmedianews.com – Ratusan warga dari lima desa ring satu PT United Tractor Semen Gresik (UTSG) yang merupakan anak perusahaan PT SIG menggeruduk persuahaan yang berlokasi di Desa Sumbearum, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Rabu (5/3/2025).

Warga datang beramai-ramai dengan membentang sejumlah spanduk dan postes. Orasi di lokasi dilakukan bergantian. Warga datan di antaranya dari Desa Temandang, Tobo, Tlogowaru, Sumberarum, dan Karanglo. Menuntut sistem lelang diperbaiki. Utamanya lelang Afal meliputi alat berat dan kendaraan dump truk perusahaan.

Massa datang dengan menumpang truk besar lengkap dengan sound sistem dengan pengawalan dari petugas gabungan TNI/Polri. Di bak dan bagian depan truk dipasang spanduk bertulisan “Basmi Habis! Lelang Afal PT. UtSG/PT. SIG yang selama ini nepotisme dengan cara sistem pengondisian. Lalu “Berantas Tuntas Lelang Afal PT. UtSG/PT. SIG yang tidak transparansi.

Di depan kantor PT UTSG, warga berorasi secara bergantian. Pihak perusahaan kemudian mengajak dialog warga. Enam perwakilan warga diajak dialog bersama manajemen PT. UTSG. Mediasi yan dilaksanakan di sebuah ruangan di kantor tersebut berlangsung tertutup.

Dalam pertemuan itu, terjadi pembahasan yang cukup panjang, hingga lebih 3 jam kedua pihak adu argumen, sebelum menghasilkan satu keputusan yang dituangkan dalam komitmen bersama.

Salah satu perwakilan warga Purnomo, kepada wartawan mengatakan, warga minta perusahaan memperbaiki tata kelola lelang. Sehingga ke depan jika ada lelang yang memberitahu warga ring satu.

“PT. UTSG dan Balai Lelang harus memberitahu ke warga kalau ada lelang. Itu keputusan dalam pertemuan tadi,’’ ujarnya.

Dia menambahkan, bahwa selama ini lelang tidak ada pemberitahuan ke warga. Tiba-tiba Balai Lelang menunjuk pemenang dan warga tidak tahu prosesnya. Hal ini yang membuat warga menunding PT. SIG itu tidak transparan.

Sejatinya, lanjut Purnomo,  warga tidak dirugikan dalam proses lelan ini. Namun, warga merasakan dampak lingkungan perusahaan, sementara warga tidak ikut merasakan hasil lelang karena diduga dikuasai oleh sekelompok orang.

“Komitmen suda disepakati, kami berharap PT. UtSG tidak melanggar,’’ kata warga Desa Temandang, Kecamatan Merakurak ini.

Sementara, Budi Banyuarsyah Departement Head Corp. SHE, CSR, Security & Comunication UTSG mewakili manajemen menjelaskan bahw sudah ada kesepakatan dengan warga. Jika ada lelang lagi, pihaknya akan menginformasikan kepada warga.

“Sebenarnya selama ini perusahaan sudah berusaha transparan dan Balai Lelang juga telah menginformasikan lewat media massa secara umum sesuai dengan prosedur,” jelasnya.

Yang berjalan selama ini, saat akan melalukan lelang, PT. UTSG memberitahu ke Balai Lelang, dan  kemudian disampaikan ke masyarakat umum. Jika ada warga yang tidak mendapat info dari Balai Lelang, dia mengaku itu bukan kewenangan perusahaan.

Untuk tahun ini, perusahaan bakal lelang Afal senilai Rp2,6 miliar untuk pengadaan 37 unit kendaraan alat berat dan dump truk.

“Mulai dari pendaftaran hingga pemenang diumumkan itu wewenang Balai Lelang. Setelah muncul siapa yang menang, PT. UTSG lepas dan tidak ada hubungan apa-apa, karena lelang sudah dikuasakan kepada Balai lelang,” tandasnya.

banner 780X90
Penulis: Wiyono
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *