banner 728x250

1.000 Ketupat Gratis dan Jaran Thek Goyang Wisata Ngembag

  • Bagikan
Kemeriahan kirap ketupat sambut lebaran ketupat di taman wisata Ngembag Ponorogo. (Foto : Nanang)
banner 780X90

Akuratmedianews.com – Aroma lebaran makin terasa semarak di Taman Wisata Ngembag, Sabtu (5/4/2025). Ribuan pengunjung tumplek blek menyambut Festival 1.000 Ketupat yang untuk pertama kalinya digelar oleh Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Ponorogo.

Bukan sekadar bagi-bagi makanan, festival ini juga menyuguhkan kirab ketupat keliling kawasan wisata, diiringi atraksi seni jaran thek yang menghipnotis pengunjung. Suasana penuh kegembiraan langsung tercipta sejak pagi. Bahkan sebelum kirab dimulai, pengunjung yang telah masuk langsung mendapat satu porsi ketupat lengkap dengan sayur opor ayam secara gratis dari petugas wisata Ngembag.

“Ini baru pertama kami gelar, dan antusiasmenya luar biasa. 1.000 porsi ketupat kami bagikan gratis untuk pengunjung. Mereka juga bisa menikmati pertunjukan jaran thek sambil makan bersama,” ujar Kabid Destinasi Disbudparpora Ponorogo Yessy Daniel Baskoro.

Kegiatan ini dibuka dengan kirab ketupat yang membawa simbol tradisi dan filosofi khas lebaran ketupat. Arak-arakan ketupat yang dikawal kru jaran thek bergerak menuju panggung utama di tengah taman wisata, menjadi tontonan menarik yang jarang terjadi di destinasi wisata konvensional.

“Kami ingin Ngembag tidak hanya dikenal sebagai wisata alam, tapi juga sebagai ruang ekspresi budaya lokal. Ini bentuk inovasi kami untuk meningkatkan daya tarik wisata,” kata Yessy sapaan akrabnya.

Meski festival diselenggarakan saat libur panjang Lebaran, harga tiket masuk tetap normal: Rp7.000 untuk dewasa dan Rp5.000 untuk anak-anak. “Tidak ada kenaikan harga, kami ingin masyarakat dari semua kalangan bisa menikmati,” ujar Kepala Disbudparpora Ponorogo Judha Slamet Sarwo Edi.

Menurut Judha, festival ketupat ini tak hanya sebagai hiburan, tapi juga sarat makna. Tradisi kupatan yang digelar di hari ketujuh Lebaran merupakan simbol saling memaafkan dan mempererat persaudaraan.

“Kupat jangane koro, menawi lepat nyuwun pangapuro. Filosofinya sangat dalam, dan lewat festival ini kami ingin terus lestarikan,” ucapnya.

Hendro, pengunjung asal Nologaten, datang bersama keluarganya dan mengaku senang bisa menjadi bagian dari kemeriahan tersebut.

“Saya tahu dari medsos, langsung tertarik. Ketupatnya enak, hiburannya seru, dan suasananya adem. Harusnya kegiatan seperti ini sering digelar dengan tema-tema lain biar Ngembag makin rame,” tuturnya.

Festival ini sekaligus menandai langkah awal Disbudparpora dalam menjadikan tradisi lokal sebagai kekuatan utama pariwisata Ponorogo. Jika sukses dan konsisten digelar, Ngembag bisa menjadi destinasi budaya yang tak hanya dinikmati mata, tapi juga menyentuh rasa dan makna.

banner 780X90
Penulis: NanangEditor: Syaiful Hidayat
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *