Akuratmedianews.com — Dalam upaya menekan angka pengangguran di Kabupaten Sidoarjo, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sidoarjo periode 2024–2029 Sukiyanto mengatakan bahwa pentingnya penggunaan database tenaga kerja lokal. Menurutnya, kebutuhan tenaga kerja di Sidoarjo cukup besar, namun rekrutmen selama ini lebih banyak diisi oleh pencari kerja dari luar daerah.
“Kalau setiap perusahaan membuka lowongan, belum tentu yang melamar itu warga Sidoarjo. Sementara kita harus menekan angka pengangguran di daerah sendiri,” ujarnya, senin (28/4/2025).
Untuk mengatasi hal tersebut, Sukiyanto mengungkapkan bahwa sistem database tenaga kerja yang lebih terstruktur berdasarkan wilayah, seperti wilayah timur, barat, utara, dan selatan Sidoarjo.
“Dengan adanya database ini, perusahaan dapat langsung merekrut warga lokal sesuai kebutuhan, tanpa harus membuka rekrutmen umum yang justru banyak didatangi pelamar dari luar kota,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti fenomena pasca hari raya dimana banyak pendatang dari luar daerah datang ke Sidoarjo untuk mencari kerja.
“Kami sebagai pengusaha tidak bisa membatasi, karena itu kewenangan pemerintah daerah. Sampai hari ini belum ada batasan resmi yang disampaikan kepada perusahaan,” tambahnya.
Sukiyanto berharap pemerintah daerah, dalam hal ini Kabupaten Sidoarjo, dapat berperan lebih aktif dalam memberikan arahan serta mendukung upaya Apindo untuk memprioritaskan tenaga kerja lokal. “Kalau bisa, yang direkrut itu KTP Sidoarjo,” tegasnya.
Sukiyanto menjelaskan, produktivitas industri di Sidoarjo sebenarnya cukup baik. Keberadaan balai pelatihan kerja di daerah ini menjadi salah satu keunggulan. Namun, kedekatan Sidoarjo dengan kota metropolitan seperti Surabaya turut mempengaruhi mentalitas generasi muda, yang kini cenderung lebih selektif dalam memilih pekerjaan.
“Anak-anak muda sekarang lebih memilih pekerjaan. Tidak hanya soal penghasilan, tapi juga faktor kenyamanan dan kesesuaian,” ungkap Sukiyanto.
Meski begitu, ia tetap optimistis bahwa dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah daerah, pengusaha, dan masyarakat, angka pengangguran di Sidoarjo dapat ditekan, sekaligus meningkatkan kontribusi dunia usaha terhadap kemajuan daerah.










