Akuratmedianews.com – Sebanyak 76 ekor ular hasil evakuasi disetorkan oleh petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Tuban kepada Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, Kamis (24/7/2025).
Penyerahan ini merupakan bagian dari upaya mitigasi konflik antara manusia dan satwa liar di wilayah Kabupaten Tuban.
Puluhan reptil tersebut merupakan hasil tangkapan dari berbagai lokasi permukiman warga selama kurun waktu tiga setengah bulan terakhir, yakni sejak April hingga Juni 2025.
“Rata-rata ular hasil tangkapan adalah jenis piton,” ujar Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP dan Damkar Tuban, Sutaji.
Sebelum diserahkan kepada BBKSDA, seluruh hewan pengerat tersebut dikumpulkan di kandang transit Markas Damkar Tuban. Petugas juga memastikan kesehatan dan pemeliharaan ular selama masa penampungan.
“Setiap satu hari sekali kita beri makanan ayam mentah,” tambah Sutaji.
Sementara itu, Polhut Ahli Muda BBKSDA Jatim Basyori mengatakan bahwa kegiatan serah terima satwa hasil evakuasi ini merupakan agenda rutin sebagai bentuk nyata kolaborasi antara Damkar dan BBKSDA dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta mengurangi potensi bahaya bagi masyarakat akibat keberadaan satwa liar di lingkungan permukiman.
“Semua ular akan kami assessment terlebih dahulu. Setelah itu akan dibawa ke penangkaran,” katanya.
Menurut Basyori, Kabupaten Tuban menjadi wilayah dengan jumlah setoran ular tertinggi dibandingkan daerah lain di bawah kewenangan BBKSDA Jatim.
“Paling banyak dari Tuban, kemudian disusul Madiun dan Ngawi,” bebernya.
Ia mengimbau masyarakat agar segera melaporkan temuan satwa liar kepada pihak berwenang, sehingga dapat ditangani dengan tepat dan sesuai prosedur.
Dengan meningkatnya kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat, diharapkan interaksi negatif antara manusia dan satwa liar dapat diminimalisir, serta kelestarian keanekaragaman hayati tetap terjaga.










