banner 728x250

Bukan Sekedar Janji, Pesatnya Pertumbuhan Ekonomi Masyarakat Merupakan Wujud Nyata Pasangan Dr.Aminudildin & Ina Bukhori Di Kota Probolinggo

  • Bagikan
banner 780X90

PROBOLINGGO,akuratmedianews.com-Peluncuran Jenama Kota, Probolinggo Kota Bersolek menjadi kilas prestasi satu tahun kepemimpinan Wali Kota Probolinggo, Dokter Aminuddin dan Ina Dwi Lestari dalam menunjukkan berbagai capaian pembangunan di berbagai sektor. Dengan semangat “PROBOLINGGO BERSOLEK”, Pemerintah Kota Probolinggo optimistis dapat terus memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam membangun kota yang lebih maju dan berkelanjutan.

Di tahun pertama memimpin Kota Probolinggo bersama Ina Dwi Lestari, Dokter Amin lebih fokus pada pembangunan pondasi yang kuat sebagai pijakan arah pembangunan ke depan. Baginya, kepercayaan masyarakat tidak cukup dijawab dengan janji, melainkan harus dibuktikan melalui kerja nyata yang dirasakan langsung oleh warga Kota Probolinggo.

“Kami menyadari masyarakat tidak hanya membutuhkan janji, tetapi bukti. Karena itu, program prioritas kami pastikan mulai diwujudkan secara nyata,” ungkapnya.

Untuk memastikan kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran, pendekatan pembangunan dilakukan dengan turun langsung ke lapangan. Bahkan di awal masa jabatan, wali kota memilih berkantor di sejumlah kelurahan guna melihat secara langsung kondisi riil masyarakat sekaligus menyerap aspirasi warga tanpa sekat birokrasi.

Langkah tersebut, menurutnya, menjadi bagian dari perubahan pola kerja pemerintahan yang lebih responsif dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Pemerintah tidak lagi hanya bergantung pada laporan administratif, tetapi hadir secara nyata di tengah warga untuk memastikan setiap program berjalan efektif.

Berbagai capaian berhasil diraih, termasuk 53 penghargaan tingkat regional dan nasional. Salah satu capaian paling menonjol adalah keberhasilan meraih penghargaan Menuju Kota Bersih dari Kementerian Lingkungan Hidup atas keberhasilan penilaian Kinerja Pengelolaan Sampah.

“Dari 518 kabupaten/kota yang diseleksi selama tiga bulan secara ketat dan tanpa pemberitahuan, Kota Probolinggo berhasil masuk 34 besar. Ini adalah bukti kerja nyata, bukan rekayasa,” tegasnya.

Tak hanya itu, upaya penanganan lingkungan juga berdampak signifikan pada kesehatan masyarakat. Pemerintah berhasil menurunkan pencemaran mikroplastik hingga lebih dari 50 persen serta menghapus kontaminasi bakteri E.coli di sejumlah aliran sungai, melalui berbagai program sanitasi dan penghapusan praktik buang air besar sembarangan (open defecation).

Penyediaan layanan kesehatan yang lebih inklusif, salah satunya dengan menghadirkan klinik lansia, sebagai bagian dari upaya memberikan perhatian khusus kepada kelompok usia lanjut, sekaligus memperkuat layanan kesehatan dasar di tengah masyarakat.

Di sisi lain, inovasi yang menonjol adalah penggunaan perangkat jam tangan pintar untuk memantau kondisi ibu hamil secara real-time. Para tenaga medis dapat memantau kondisi vital seperti tekanan darah secara berkala, sehingga potensi risiko dapat dideteksi lebih dini. Hasilnya, angka kematian ibu hamil yang sebelumnya berada di angka lebih dari delapan kasus, berhasil ditekan secara signifikan menjadi hanya 2 kasus pada tahun 2025.

Digitalisasi ini terintegrasi dengan kebijakan pemerintah yang menggunakan data riil sebagai dasar pembangunan. Melalui chip dashboard yang dibuat oleh setiap Perangkat Daerah, perkembangan dan pencapaian program kesehatan dapat dipantau dari bulan ke bulan.

“Keberhasilan ini sekaligus mengantarkan Kota Probolinggo meraih predikat sebagai Kota Sehat pada akhir November lalu, sebagai pengakuan atas komitmen pemerintah dalam membangun lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan,” ungkap wali kota.

Dalam sektor ekonomi, pertumbuhan ekonomi Kota Probolinggo mencapai 5,85 persen pada 2025, termasuk tertinggi di Jawa Timur, dengan penurunan gini rasio sekitar 0,33 sebagai indikator pemerataan kesejahteraan. “Pertumbuhan ekonomi kita tidak hanya tinggi, tetapi juga diikuti penurunan ketimpangan. Ini yang paling penting, kesejahteraan harus dirasakan merata,” jelasnya.

Selain itu, geliat ekonomi lokal juga semakin kuat melalui pemanfaatan potensi daerah melalui berbagai event pada tahun 2025 (340 event).

Dalam aspek pendidikan, Pemerintah Kota Probolinggo menargetkan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) hingga di atas 80 pada tahun 2026. Untuk mencapai target tersebut, harus fokus pada peningkatan rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah yang masih tergolong rendah. Sejumlah program prioritas pun mulai dijalankan sejak awal tahun 2026, salah satunya melalui penuntasan anak putus sekolah (APS).

Program ini memastikan bahwa anak-anak yang belum menyelesaikan pendidikan formal tetap mendapatkan akses belajar melalui jalur pendidikan kesetaraan. Anak yang belum tamat SD diarahkan mengikuti paket A, tingkat SMP melalui paket B, dan tingkat SMA melalui paket C. Pemkot juga mulai mendorong penerapan wajib belajar 13 tahun dengan memperkuat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai fondasi awal pembelajaran.

Di sisi lain, pemberian beasiswa juga menjadi langkah strategis untuk menekan angka pengangguran terbuka, khususnya di kalangan lulusan SMA yang belum melanjutkan pendidikan maupun belum terserap di dunia kerja. “Kami sudah menyiapkan anggaran beasiswa, karena salah satu tantangan kita adalah pengangguran terbuka yang banyak diisi lulusan SMA yang tidak melanjutkan kuliah dan belum siap kerja. Ini yang kita intervensi melalui pendidikan,” jelas Dokter Amin.

Berbagai terobosan juga dilakukan untuk memperkuat posisi Kota Probolinggo sebagai kota transit, penyangga pelabuhan, dan gerbang menuju kawasan wisata Bromo. Upaya ini dilakukan melalui inovasi pembangunan, peningkatan konektivitas, serta pengembangan proyek-proyek strategis yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi daerah.

Salah satunya adalah keberhasilan menghadirkan layanan kereta komuter yang semakin memperkuat konektivitas wilayah. Penguatan konektivitas tersebut menjadi bagian dari strategi besar dalam mengoptimalkan tiga potensi utama Kota Probolinggo. Langkah konkret lainnya yang dilakukan adalah pembentukan Perseroda berbasis maritim sebagai upaya memperkuat peran daerah dalam aktivitas kepelabuhanan.

“Hasilnya, sejumlah program nasional mulai terealisasi. Di antaranya pembangunan sekolah rakyat yang hanya dipercayakan kepada sebagian kecil daerah di Indonesia. Program pemberdayaan ekonomi juga diperkuat melalui pembentukan koperasi merah putih di seluruh kelurahan, menjadikan Kota Probolinggo sebagai salah satu daerah yang mampu merealisasikan koperasi secara menyeluruh hingga tingkat bawah,” urai Dokter Amin.

Di sektor pariwisata, Pemkot juga terus mengembangkan potensi daerah sebagai pintu masuk menuju Gunung Bromo. Tren kunjungan wisatawan yang menginap di Kota Probolinggo pun menunjukkan peningkatan signifikan dalam satu tahun terakhir. Rencananya, akan dikembangkan 100 destinasi wisata dalam lima tahun ke depan, dari yang saat ini telah terdata sekitar 76 destinasi.

Selain itu, sejumlah proyek besar juga tengah dipersiapkan, seperti pembangunan kampung nelayan dengan nilai investasi ratusan miliar rupiah. “Melalui berbagai kreativitas dan inovasi ini, kami ingin memastikan seluruh potensi Kota Probolinggo bisa berkembang optimal. Tujuannya jelas, menghadirkan investasi, membuka lapangan kerja, dan mendorong kemandirian ekonomi daerah,” tegasnya.

Pada kesempatan itu, juga diberikan penghargaan Perangkat Daerah dengan Kinerja Terbaik tahun 2025. Yang dimenangi Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan serta Kecamatan Wonoasih. Sedangkan kategori kelurahan diraih Kelurahan Sukabumi, Wiroborang dan Triwung Lor.

banner 780X90
Penulis: SholehEditor: Juaini
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *