banner 728x250

Demo di Kemenpan-RB. Bidan Pendidik dan GRPN Tutup Jalan di Depan Kemenpan-RB

  • Bagikan
Masa aksi unjuk rasa dri Bidan Pendidik dan GRPN orasi didepan Dirjen Nakes (25/4/2024)
banner 780X90

JAKARTA, AKURATMEDIA.NEWS – Masa perwakilan 532 D4 Bidan Pendidikan seluruh Indonesia yang difasilitasi oleh Gerakan Rakyat Pembela Nakes (GRPN) Kembali menggelar demo di Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) dan Direktorat Tenaga Kesehatan (Dirjen Nakes) di Depan Kantor Menpan-RB dan Kantor Dirjen Nakes, Jakarta Selatan, Rabu (25/4/2025). Dalam aksi unjuk rasa itu, Koordinator/Jenderal Lapangan Fritz Alor Boy dari mobil komando langsung meminta tutup jalan didepan Menpan.

Salah satu korban dari Nusa Tenggara Timur (NTT), Setri Nalle mengatakan, para Bidan Pendidik tutup jalan karena mereka ingin bertemu dengan Menteri Abdullah Azwar Anas.

“Aksi tutup jalan di Kemenpan RB, karena keinginan kami untuk bertemu Menteri Pak Abdullah Azwar Anas terkait pembatalan NI PPPK dan SK secara sepihak oleh Kemenkes tidak dikabulkan,” ujarnya melalui keterangan tertulis pada 26/4/2024.

Senada dengan Setri, korban Astri Liman mengatakan, Dirjen Nakes Arianti Anaya telah mempermainkan 532 Bidan Pendidik Indonesia.

“Ibu Arianti Anaya, apakah sekarang ibu sedang senang-senang atau sedang tidur saja?. kami sampai turun di jalan ini dengan angkunya Ibu mempermainkan hak kami,” imbuhnya.

Lanjutnya, ia mennilai Arianti telah merendahkan harkat dan martabat 532 Bidan Pendidik.

“Harkat dan martabat kita direndahkan,” tambahnya.

Ia menjelaskan, selama kuliah dan bekerja tidak pernah demo dan jauh-jauh dari NTT dan daerah lainnya hanya untuk aksi unjuk rasa (demo) di Kemenkes, Dirjen Nakes dan Menpan-RB.

“Kami datang jauh-jauh dari NTT dan daerah lainnya malah diterima audiens oleh deputi-deputi terkait, yang dimana pasti akan dilempar tuntutan kami kesana-kemari dan tidak sampai di atasan,” lanjutnya lagi.

Sementara itu, Jenderal Lapangan, Fritz Alor Boy menjelaskan alasan menutup jalan, yaitu Kemenpan-RB tidak merespon apa yang diminta oleh 532 Bidan Pendidik.

“Kami memohon maaf kepada Pak Polisi, Indonesia tidak adl bagi mereka. Maka kami akan tutup jalan. Tutup Jalan ini merupakan bukti bahwa 532 Bidan Pendidik marah besar kepada Negara ini,” ujar Fritz.

Ia menilai, kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah tidak adil dan tidak manusiawi. Sehingga, sudah saatnya bidan-bidan ini tutup jalan.

“Presiden Jokowi selalu mengucapkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia harus dikedepankan. Namun, buktinya bidan-bidan ini tidak mendapatkan keadilan. Justrus keadilan mereka sudah dirampas oleh pemerintah, yang khususnya Dirjen Nakes, BKN dan Menpan-RB. Jadi, maaf Pak Polisi : kami tutup jalan raya,” ujar tokoh pemuda nasional yang lagi viral dan terkenal ke seluruh Indonesia itu.

Dengan tegas, ia meminta Menpan Abudlah Aswar Anas segera mengeluarkan Surat Edaran atau sejenis surat lainnya untuk disampaikan kepada Badan Kepegawaian Negara (BKN) atau Badan Kepegawaian Daerah (BKD) seluruh Indonesia dalam rangka memperhatikan 352 Bidan Pendidik yang NI PPPK dan SK nya telah dibatalkan dan dicabut.

“Pak Menpan Aswar segera terbitkan surat untuk disampaikan ke BKN dan BKD seluruh Indonesia, untuk memperhatikan 532 Bidan Pendidik yang kini menjadi korban,” sebutnya.

“Mereka korban karena Dirjen Nakes Ibu Arianti Anaya mengeluarkan Surat Edaran, yang telah mencabut dan membatalkan NI PPPK dan SK tahun 2023,” katanya.
Selain itu, saat demo di Dirjen Nakes, ia meminta agar Dirjen Nakes jangan rampas hak para Bidan Pendidik.

“Dirjen Nakes jangan rampas hak 532 Bidan Pendidik. Segera kembalikan hak mereka,” ucap dia.

“Ibu Arianti Anaya, hatimu begitu busuk dan jahat kepada mereka. Apa salah mereka kepadamu, Ibu Arianti,” beber dia.

banner 780X90
Penulis: Tim/Red
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *