banner 728x250

Diduga Demi Kepentingan Pribadi, Proyek Anggaran BLK Komunitas Yayasan Di Pertanyakan

  • Bagikan
banner 780X90


PROBOLINGGO, akuratmedianews.com – Untuk mempercepat peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di Indonesia, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker)  mengucurkan dana Rp1 triliun untuk membangun Balai Latihan Kerja (BLK) komunitas di 1000 pesantren sejak beberapa tahun kemarin.

Di wilayah Kabupaten Probolinggo sendiri, ada beberapa pondok pesantren dan yayasan menerima manfaat pengalokasian anggaran dana tersebut. Salah satunya adalah Yayasan Darus Salam yang berada di Desa Ngepoh Kecamatan Dringu Kabupaten.

Namun dalam pelaksanaannya, pengerjaan proyek gedung Balai Latihan Kerja Komunitas (BLK) yang menelan biaya sekitar 1 miliar rupiah yang merupakan dana hibah tersebut terkesan asal asalan lantaran ada dugaan terhadap pihak pengelola yayasan sosial untuk memperkaya diri dengan cara mengharap banjirnya sisa anggaran dana pasca proses finishing.

Selain tidak adanya papan informasi dan rancuhnya pengerjaan menjadi dasar utama daripada para aktivis penggiat anti korupsi untuk melakukan investigasi lebih lanjut terhadap proyek yang di swakelola kan terhadap pihak pengelola yayasan Darus Salam Desa Ngepoh Kecamatan Dringu. Jum’at,(08/09/2024).

Diketahui, besarnya anggaran yang dikucurkan oleh Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Tenaga Kerja (Menaker) tersebut dibagi menjadi dua dalam pengalokasian nya.
Dimana Rp.500 juta untuk pengerjaan proyek gedung dan Rp.500 juta untuk mebeler yang diketahui hingga saat ini belum jelas keberadaannya.

Salah satu tokoh masyarakat desa setempat menuturkan terkait proyek tersebut benar dan telah rampung pengerjaannya. Untuk selebihnya, Nara sumber tidak mau menjelaskan lebih detail karena sifatnya masih taraf dugaan semata.

“Kalau bangunan telah rampung dan masih belum ditempati. Informasinya masih menunggu beberapa faktor pendukung / mebeler yang masih belum ada , seperti hal nya Laptop dan beberapa alat pendukung lainnya,” Jelas Sri Windiarti (Nama Samaran).

Dirinya juga menyebutkan bahwa pihaknya juga mendapatkan informasi bahwa sisa anggaran dari proyek tersebut di gunakan untuk kepentingan pribadi atau memperkaya diri oleh pihak pengelola yayasan tersebut (Rumah dan mobil).

“Beberapa hari kemarin saya ditanya oleh seseorang terkait hal ini. Namun saya memilih lebih
banyak diam lantaran takut salah memberikan informasi. Hingga akhirnya saya arahkan untuk langsung menemui pihak pengelola yayasan atas nama Khomison Basofi. Mereka mengaku dari Surabaya,” Jelasnya.

Tim media mencoba mengkonfirmasi Ketua Yayasan Sosial dan Pendidikan Darus Salam Khomison Basofi namun hingga saat ini belum ada  tanggapan hingga berita ini ditayangkan. Bersambung/ (Shol/)

banner 780X90
Editor: Juaini Sholeh
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *