Jakarta, Akuratmedianews.com – Seorang bocah bernama Joni dari Nusa Tenggara Timur (NTT) yang permah viral dan yang dibicarakan di media sosia, karena keberaniannya dalam memanjat tiang bendera saat Upacara HUT ke-73 RI di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2018 lalu. Setelah viral, Joni bersama dengan keluarganya berhasil bertemu dan bicara langsung dengan Presiden Jokowi. Dalam diskusi tersebut, Presiden berjanji akan menepati keinginan Joni yaitu garansi lulus Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Setelah dewasa, Joni mengikuti seleksi tes TNI. Justru Joni tidak lulus TNI. Artinya janji Presiden Jokowi belum tertepati.
Sehingga, Fritz Alor Boy angkat suara dan ikut menangi janji Presiden Jokowi. Apabila janji Presiden Jokowi tidak tertepati, kata Fritz, berarti Presiden Jokowi bohong, dong?
“Presiden Jokowi sendiri yang mengatakan bahwa Joni daftarkan ke Panglima dan langsung lulus. Tapi, ketika Joni ikut tes justru dia tidak lulus,” ujarnya (7/8/2024).
“Kalau tidak tepati janji itu, berarti Presiden Jokowi bohong, dong?,” sebut aktivis kemanusiaan itu.
Fritz mengatakan, perkataan atau perintah Presiden Jokowi adalah sebuah kebijakan yang wajib direalisasi oleh jajarannya. Sehingga, dengan tegas, Fritz mengatakan, tidak ada alasan lagi Joni tidak lulus.
“Presiden sendiri yang berjanji, kok gak direalisasikan oleh jajarannya,” sambung dia.
Selanjutnya, sebagai tokoh muda NTT, ia meminta Presiden Jokowi merealisasikan janjinya yang sudah disampaikan didepan Joni bersama keluarganya dan publik.
“Karena itu, saya tantang Presiden Jokowi realisasikan janjinya, dong,” pungkas dia.
“Jadi, perlu dicatat. kalau Presiden yang bicara berarti sudah ada lex specialis disitu. Sehingga tak ada alasan lagi, ya,” katanya lagi.










