MAGETAN – Akuratmedianews.com Nguri nguri budaya jawa atau yang dikenal dengan Bersih desa dilaksanakan satu tahun sekali pada bulan tertentu dalam kalender jawa pada Bulan Suro dengan mengambil hari sesuai adat kebiasaan desa atau daerah setempat.Seperti halnya Desa Balerejo Kecamatan Kawedanan yang menggelar Bersih Desa pada hari kamis (10/8/2023).
Apalagi momen bersih desa digelar rutin setiap tahun maka kelesarian seni seni seperti tayub ini akan tetap terjaga.bersih desa terkandung nilai dan semangat kebersamaan, persatuan,gotong royong, dan budi pekerti luhur yang telah dicontohkan para leluhur kita jaman dahulu
Kepala Desa Balerejo Teguh Sigit Triyanto mengatakan acara bersih desa Balerejo dilaksanakan rutin setiap tahun pada bulan Suro dengan maksud dan tujuanuntuk melestarikan adat budaya desa dan mengenang serta memperingati nilai luhur yang telah di turunkan pendiri desa. “Selain memanjatkan puji syukur bersih desa dapat menumbuhkan kebersamaan dalam gotong royong,” ujar Teguh.
Sementara itu Ketua DPRD Sujatno mengajak masyarakat untuk mengambil makna dan hikmah dalam pagelaran bersih desa dalam bentuk pagelaran seni tayub yang diawali dengan tumpengan dan kirim doa selamat pada segenap warga. “Alhamdulillah kita bisa bersama-sama menggelar kegiatan bersih desa ini,” ujar Sujatno.
hal ini dimaksudkan juga sebagai rasa syukur pada Tuhan yang telah memberikan keselamatan bagi warga Balerejo yang diwujudkan dalam kegiatan bersih desa. Dalam kesempatan ini, Sujatno menyampaikan bahwa sudah menjadi kewajiban sebagai hamba Allah SWT bersyukur atas nikmat dan karunia yang telah diberikan Allah SWT.
Bersih desa in juga untuk melestarikan kebudayaan dengan menggelar kesenian tayub langen beksan ini.Tidak punah karena masyarakat dengan pemerintah dalam hal ini pemerintah desa berperan serta melestarikan budaya seperti ini.(Hst)










