banner 728x250

Proyek P3TGAI Desa Wringinanom di duga asal asalan di dalam pengerjaannya

  • Bagikan
banner 780X90

PonorogoAkuratmedianews.com
Program P3TGAI di Desa Wringinanom kecamatan Sambit kabupaten Ponorogo Jatim menuai kekecewaan warga. Karena proyek yang di kucurkan pemerintah pusat dalam rangka peningkatan infrastruktur pertanian, pengerjaannya di duga asal jadi, Hal ini terbukti dengan adanya temuan beberapa titik kerusakan di bangunan saluran irigasi tersebut.

Seorang warga yang di temui di lokasi proyek sempat mengungkapkan kekecewaannya. “Kecewa banget, saluran tidak bisa di pakai, kalaupun di aliri air hanya lima puluh persen yang sampai dan sisanya amblas”. Umpat seorang petani tersebut dengan nada kesal.
“Maksudnya gimana, membangun kaya gini”. Sambungnya sambil geleng geleng kepala.

Dalam pantauan di lapangan, memang terlihat beberapa retakan vertikal di dinding saluran, serta retakan horisontal di lantai dasar bangunan.
Selain itu terdapat sekitar 20 meter pengerjaan yang juga di duga tidak sesuai RAB karena ada pengalihan lokasi dari titik yang seharusnya meskipun hanya berada tidak jauh dari lokasi semestinya.

Hal ini juga sempat di ceploskan Junjung, ketua HIPPA desa Wringinanom dalam pertemuannya dengan awak media saat di klarifikasi pada Rabu (21/9) di balai desa setempat.
“Dahulu saat perencanaan belum bisa di ‘bebaskan’. Akhirnya karena volumenya harus (sesuai), itu di alihkan di pinggir (seberang) jalan”.

Kuat dugaan bahwa pengalihan sebagian bangunan tersebut juga tanpa menggunakan CCO (Contract Change Order) yang merupakan keterangan akan revisi ataupun perubahan dari rencana awal pembangunan
Karena dalam keterangannya Ia mengatakan bahwa kekurangan sepanjang 20 meter yang ada akan di sambungkan / di bangun pada tahun 2023 mendatang akan menjadi tanggungan desa.

Adapun kerusakan berupa beberapa retakan yang yang ada dan sempat di dokumentasikan untuk di tunjukkan, Sutini Kepala Desa Wringinanom berkilah dengan mengatakan bahwa hal tersebut di karenakan struktur tanah dan musim kemarau yang mengakibatkan tanah nelo nelo (gersang dan pecah).

“Tanahnya di sini kan nelo nelo gitu, jadi ya pasti sangat berpengaruh”. Kata Sutini mengungkapkan pembenarannya menimpali pertanyaan awak media terkait kondisi bangunan yang di danai APBN tersebut.(HST)

banner 780X90
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *