Akurat Media News; Berdiri sejak 1984, STAI Taruna Surabaya yang baru saja melangsungkan prosesi wisuda ke 31, kini telah membuka dua jalur beasiswa. Beasiswa pertama adalah beasiswa Madin yang didapatkan dari Program Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Selain STAI Taruna, Beasiswa Madin tersebut disalurkan pada banyak perguruan tinggi swasta. Disebut oleh Gubernur Jawa Timur, Hj. Khofifah Indar Parawansa, bahwa program tersebut merupakan sebagai peluang dan pilihan yang sangat luas agar terjadi percepatan penyiapan SDM Pesantren di Jawa Timur yang lebih berkualitas dari waktu-ke waktu.
“Pintu utama pengembangan masyarakat dan generasi muda mendatang adalah pendidikan, maka perlu adanya persiapan pendidikan untuk generasi mendatang agar lebih baik dan berkontribusi bagi pendidikan di Jawa Timur,” jelasnya beberapa waktu lalu.
STAI Taruna Surabaya sendiri, merupakan salah satu perguruan tinggi swasta yang berdiri sejak 1984, dengan Dr. H. Zuman Malaka, yang saat ini menjadi Ketua STAI. Adapun selain beasiswa Madin, STAI Taruna saat ini juga menyediakan beasiswa KIP yang didapatkan dari DIKTIS Kemenag RI.
Hal ini dijelaskan Kasubtim Kemahasiswaan PTKI, Dr. Abdul Basyir, Saat mengunjungi STAI Taruna pada 25/9/2023.
“STAI Taruna mendapatkan beasiswa KIP sebanyak 15 mahasiswa, dengan ketentu fresh graduate dari pendidikan SMA atau sederajat. Ketentuan lainnya tentu berlaku seperti halnya KIP selama ini, dan kami harap bantuan ini semakin membantu keberadaan STAI Taruna,” jelasnya.
Kehadiran Abdul Basyir tersebut pun berbuah manis, yaitu hadiah pantun dari ning Lia Istifhama, Ketua Yayasan UNITA yang menaungi STAI Taruna Surabaya:
“Bermimpi jalan jalan ke Mesir hanya karena ingin naik onta di depan piramida. Alhamdulillah berjumpa bapak Abdul Basyir, pertanda sangatlah indah perjumpaan kita.”
Ditambahkan oleh ning Lia, bahwa beasiswa KIP tersebut tentu menambah ‘oase’ bagi perguruan tinggi swasta setelah sebelumnya mendapatkan beasiswa S1 Madin dari Gubernur Khofifah.
“Khusus Beasiswa Madin, ini kali kedua STAI Taruna Surabaya berhasil mendapatkan kepercayaan sebagai salah satu perguruan tinggi penyedia beasiswa tersebut. Tahun 2020 lalu, kami mendapat 20 pagu beasiswa Pemprov Jatim untuk mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) dan saat ini mendapatkan kesempatan kembali untuk menerima program beasiswa PAI. Tentu ini oase bagi kami, kampus swasta.”
“Apalagi sekarang kami ketiban ‘amanah’ lagi beasiswa KIP, maka ini menjadi oase untuk semakin meningkatkan khidmat kami dalam dunia pendidikan, khususnya menuju khoirunnas anfauhum linnas,” jelas Doktoral UINSA tersebut.










