banner 728x250

Diwaduli Harga Gabah Turun Saat Panen Raya, BHS Dorong Pemerintah Prioritaskan Anggaran Pertanian

  • Bagikan
banner 780X90

Bapak Petani Sidoarjo, BHS bersama DPC Gerindra Sidoarjo serta petani saat panen raya padi di Desa Sumorame, Candi, Sidoarjo (foto dok tim BHS Peduli)

SIDOARJO, Akurat Media News– Bapak Petani Sidoarjo, Ir Bambang Haryo Soekartono mendapat beberapa keluhan dari Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Sumorame, Kecamatan Candi Sidoarjo. Petani dikawasan tersebut mengeluhkan tidak stabilnya harga gabah saat panen raya, bahkan panen raya kali ini harga gabah dari Rp. 4.600 turun menjadi Rp. 3.900.

Tak hanya itu, para petani juga berharap pada Bapak Petani Sidoarjo yang akrab disapa BHS itu untuk memperjuangkan nasib petani di Sidoarjo. Seperti masalah kelangkaan atau harga tinggi pupuk subsidi serta kurangnya perhatian dari Pemerintah Daerah kepada Petani.

“Kepada Bapak Petani kita, Pak BHS kami ingin bapak menyalurkan aspirasi kami ke Pemerintah. Mulai harga gabah yang turun saat musim panen raya ini, kemudian masalah kelangkaan dan kenaikan harga pupuk. Agar saat musim tanam berikutnya, petani bisa bercocok tanam dengan baik serta mendapat hasil baik pula,” kata Penasehat Gapoktan Desa Sumorame, Suwono dihadapan BHS.

Di akuinya meski hasil panen kali ini lebih baik dari panen sebelumnya, tapi masalah turunnya harga gabah juga membuat petani tak untung dan dirugikan.

“Hasil panen raya kali ini baik, tetapi harga gabah turu. Turunya harga gabah dari Rp. 4.600 menjadi Rp. 3.900 membuat petani tidak untung, bahkan ada yang merugi. Sebab tidak menutupi biaya tanam hingga panen,” imbuh pria parubaya ini.

Atas permasalahan klasik di tingkat petani bawah ini, dirinya meminta agar Bapaknya Petani yakni Pak BHS bisa membantu menyambungkan ke pihak terkait (Pemerintah red) agar ada solusi bagi mereka.

“Saat proses tanam kami dihadapkan dengan masalah pupuk subsidi, saat panen raya seperti saat ini malah harga gabah turun. Kami percaya Bapak BHS bisa memberi solusi, bisa menyampaikan aspirasi kami ke Pemerintah, agar nasib para petani ini tidak begini terus,” harapnya kepada Politisi Partai Gerindra tersebut.

Menanggapi keluhan Petani Desa Sumorame, Kecamatan Candi, Sidoarjo. BHS yang juga Anggota Dewan Pakar DPP Partai Gerindra berjanji akan segera lakukan langkah untuk menyambungkan aspirasi dari Gapoktan tersebut.

BHS berharap Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo memprioritaskan anggaran untuk sektor pertanian Sidoarjo.

“Harus ada prioritas anggaran untuk mendukung peningkatan hasil produksi pertanian di Sidoarjo,” kata BHS.

BHS yang baru saja didapuk sebagai Bapak Petani Sidoarjo ini mengungkapkan jika sektor pertanian menjadi multi player efek yang besar terhadap perekonomian di Negara Indonesia.

“Pertanian ini menjadi salah satu sektor yang paling berpengaruh besar terhadap perkembangan ekonomi negara kita. Dari hasil panen padi petani diolah menjadi beras, menjadi nasi kemudian muncul lauk pauk, kemudian muncul minuman dan muncul berbagai macam UMKM. Maka dari itu sektor pertanian harus menjadi prioritas perhatian Pemerintah pusat maupun daerah,” harapnya.

BHS nyakin dengan dukungan anggaran yang cukup, regulasi yang memihak kepada petani, tentunya persoalan yang dihadapi petani ditingkat dapat segera.

“Saat ini yang dikeluhkan petani harga gabah turun, jika Pemkab Sidoarjo punya kebijakan atau regulasi melalui Badan Usaha Daerah untuk bisa menyerap hasil panen petani, pasti harga gabah stabil. Sebab tidak ada tengkulak dari luar Sidoarjo yang membeli gabah murah petani kita ini,” paparnya.

Anggota DPR RI 2014-2019 ini menambahkan jika selama ini gabah kering hasil pertanian di Kabupaten Sidoarjo diserap atau dibeli tengkulak daerah lain, kemudian dijual kembali dengan harga tinggi berkualitas premium di Sidoarjo. Selanjutnya hasil pertanian dari daerah lain juga dijual kembali dengan harga tinggi di Sidoarjo.

” Tentu hal ini sangat disayangkan, harusnya beras Sidoarjo minimal diserap 60 persen oleh warga Sidoarjo sendiri agar menumbuhkan perekonomian daerah yang kokoh. Saya akan perjuangkan keluhan petani ini agar ada solusi dari Pemerintah Daerah maupun Pusat,” pungkasnya (timBHS/Dik).

banner 780X90
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *