Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sidoarjo, Samsul Hadi
SIDOARJO, Akurat Media News – Spirit gotong royong dimasyarakat untuk berkurban menjadi tradisi di negara Indonesia dan harus terus dirawat.
Tradisi bergotong royong warga dalam membeli hewan kurban, contohnya satu ekor Sapi yang bisa dibeli dengan cara belanja patungan atau ditanggung bersama-sama 7 orang haru terus dirawat dimasyarakat.
“Semangat gotong royong dimasyarakat untuk berkurban, menunjukkan kebersamaan, rasa persaudaraan dan saling membantu di masyarakat Indonesia sudah menjadi budaya kita, harus terus dirawat dan dijaga,” kata Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sidoarjo, Samsul Hadi, Rabu (6/7/2022).
” Berkurban merupakan salah satu ibadah umat muslim yang dijalankan setiap 10-13 Dzulhijjah, semangat berkurban sangat terasa sebagai bentuk ibadah yang mendekatkan kepada Allah SWT (habluminallah) dan ibadah membantu kepada sesama manusia (habluminannas) dan semata-mata ibadah ini untuk mendapatkan ridhoNya,” imbuh Samsul
Samhad sapaan akrab Samsul Hadi memaparkan jika dalam menunaikan shalat idul adha dan dilanjut berkurban bagi mereka yang mampu sebagai wujud spirit gotong royong dalam kesalehan social untuk meringankan saudara-saudara kita yang kurang mampu dengan berbagi daging hewan kurban.
“Spirit gotong royong berkurban menjadi tradisi yang harus di rawat di masyarakat, sebagai contoh 1 ekor sapi bisa gotong royong 7 orang dan ini menunjukan kebersamaan untuk saling membantu. Dalam Alqur’an surat Q.S. Al. – Hajjyat Ayat 36, ‘Makanlah sebagian dari daging kurban, dan berikanlah kepada orang fakir yang tidak minta-minta, dan orang fakir yang minta-minta’. Paparnya
Lebih jauh, Samhad sapaan akrab Samsul Hadi mengungkapkan jika pada Idul Adha tahun ini, Negara kita dihadapkan dengan wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak.
“Saat ini kita dihadapkan wabah PMK, meski demikian semangat gotong royong warga dalam berkurban jangan sampai dihilangkan. Yang perlu kita lakukan saat ini adalah melakukan kehati hatian dalam berbelanja hewan kurban,” ungkapnya.
Untuk di Sidoarjo lanjut Samsul, Pemkab Sidoarjo lewat Dinas terkait sudah mengeluarkan himbauan terkait kiat kiat membeli hewan kurban di masa PMK ini. Tak hanya itu, terbaru Pemkab Sidoarjo juga sudah melakukan pendampingan terhadap lokasi penjualan hewan kurban yang ada di Kota Delta.
“Pemkab Sidoarjo sudah lakukan pendampingan terhadap penjualan hewan kurban di Sidoarjo. Jika warga ingin membeli hewan kurban yang pertama dilakukan adalah hewan tersebut telah memiliki Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) atau Sertifikat Veteriner (SV) dari Dinas terkait,” himbau Samsul
“Niat ibadah kita untuk kurban tahun ini memang dihadapkan dengan wabah PMK, yang perlu saya tegaskan PMK ini tidak menulak ke manusia, tetapi kita harus meningkatkan kehati hatian dan kewaspadaan kita saat berbelanja hewan kurban. Semangat gotong royong masyarakat dalam berkurban harus kita jaga dan kita rawat, sesuai hadis didalam kitab suci Alqur’an surat Q.S. Al-Hajj Ayat 36,” pungkas pria yang akrab disapa Sam Had ini. (Dik)










