banner 728x250

Samsul Hadi; Hari Toleransi Internasional, Generasi Milenial Harus Komitmen Jaga Kerukunan

  • Bagikan
banner 780X90

Penggiat milenial dan tokoh muda Sidoarjo, Samsul Hadi 

 

SIDOARJO, AkuratMediaNews– Memaknai dan memperingati Hari Toleransi Internasional yang selalu diperingati pada 16 November penggiat Milenial Sidoarjo, Samsul Hadi mengajak gerenerasi muda atau kalangan milenial bergotong royong, bersama untuk merawat dan meneruskan cita-cita persatuan Indonesia dari segala ancaman gerakan radikalisme yang memecah belah kebinekaan Indonesia.

Sekretaris DPC PDI Perjuangan Sidoarjo ini juga berharap kaum muda,kaum milenial untuk meneladani pemikiran-pemikiran Presiden Ke-4 RI KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan tokoh Ahmad Syafii Maarif atau Buya Syafi’i dalam konteks pluralisme dan Kebinekaan di Indonesia.

“Semangat Almarhum Gus dur dan Buya Syafi’i dalam merawat kebinekaan Indonesia sangat jelas dengan menjunjung tinggi toleransi. Bahkan menurut Gusdur dalam hal toleransi dan pluralisme, apa pun keyakinan agama kita itu perlu dikontekstualisasikan dalam kebinekaan Indonesia,” kata Samsul Hadi, Rabu (16/11/2022).

Samhad sapaan akrab Samsul Hadi mengungkapkan di Hari Toleransi ini dirinya berharap di era milenial, pelajar dan pemuda diharapkan meneruskan cita-cita para pahlawan.

“Kendati Indonesia sudah merdeka, namun berbagai permasalahan seperti sektor ekonomi, sosial, kesehatan, keamanan tetap selalu ada, termasuk radikalisme yang mengancam pluralisme di Indonesia, sangat perlu peran kaum muda atau kaum milenial dalam garda terdepan menjaga toleransi di masyarakat,” ungkap tokoh muda Sidoarjo ini.

Kader PDI Perjuangan Sidoarjo ini menambahkan kaum muda harus bisa
melahirkan dan menyebarkan semangat toleransi dan nasionalisme untuk menjaga serta merawat Indonesia dari segala ancaman yang menyerang ideologi bangsa kita.

“Gus Dur sebagai bapak pluralisme mengajarkan apapun kepercayaan yang kita anut dikontektualisasikan dengan kebudayaan dan kebinekaan di Indonesia, sehingga negara kita sangat menjunjung tinggi toleransi,” imbuhnya.

Samhad yang juga Dosen disalah satu Universitas di Surabaya ini menegaskan jika semangat perjuangan Indonesia dalam meraih kemerdekaan tidak terbentuk dan tidak terbangun dari ruang kosong, tapi dari perjuangan seluruh anak bangsa.

“Pahlawan di Indonesia terdiri dari banyak suku bangsa, agama. Hal itu menunjukkan semangat kebinekaan sehingga perlu disadari bahwa kepahlawanan tidak didominasi oleh agama maupun suku bangsa manapun, tapi diisi oleh elemen bangsa dari ujung Aceh hingga Papua. Peringatan Hari Pahlawan 10 November
juga merupakan hari kebinekaan dalam memperjuangkan bangsa ini,” tegasnya.

Pada Hari Toleransi Internasional ini, lanjut Samhad mari kita kenali ancaman yang meningkat yang ditimbulkan oleh mereka yang berusaha untuk memecah belah, dan mari kita berjanji untuk menempa jalan yang ditentukan oleh dialog, kohesi sosial, dan saling pengertian di masyarakat

“Toleransi adalah rasa hormat, penerimaan, dan penghargaan atas keragaman budaya dunia kita yang kaya, bentuk ekspresi dan cara kita menjadi manusia,” terangnya.

“Hari Toleransi Internasional adalah hari untuk merayakan keragaman dunia kita dan untuk mempromosikan toleransi sebagai sebuah nilai. Mari gunakan hari ini sebagai kesempatan untuk melawan intoleransi dalam segala bentuknya. Baik itu rasisme, seksisme, homofobia, atau bentuk diskriminasi lainnya. Mari kita gotong royong menjunjung tinggi toleransi untuk menjaga NKRI,” pungkas Samsul Hadi. (Dik)

banner 780X90
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *