banner 728x250

Seorang lansia Berobat di RSUD Dr Soewandhie Tidak Di layani Dengan Cepat, Walikota Surabaya Marah Dan Ancam Dirut RSUD Dr Soewandhie Akan Di Copot

  • Bagikan
banner 780X90

SURABAYA,akuratmedianews.com – Wali kota Surabaya Eri cahyadi marah dengan kinerja Rumah sakit RSUD dr Soewandhie lantaran Antrian pasien Lama dan berkas berkas tidak amburadul dan tidak tertata rapi.

Di hadapan Petugas medis Walikota Surabaya mengamuk dengan nada Tinggi dan memarahi semua Staf dan Dokter di RSUD dr Soewandhie lantaran kenapa pasien tersebut tidak di layani sesuai dengan nomer urutan yang menggunakan sistem online.

Eri cahyadi mulanya sidak dan menyapa masyarakat yang berobat di RSUD dr Soewandhie dan salah satu pasien bernama Siti Masfaidah tersebut wadul ke walikota surabaya dengan hal pelayanan tidak sesuai padahal beliau datang dari sana sekitar pukul 07.30 namun hingga siang tidak ada layanan untuk nya.

Akhirnya, Eri mengajak pasien ke lantai dua dan mencari karyawan RSUD dr Soewandhi. Kemudian, mereka masuk ke sebuah ruangan dengan banyak berkas-berkas dan pegawai.

Eri cahyadi juga mengancam jikalau pelayanan RSUD dr Soewandhie tidak sesuai dan lamban dalam menangani pasien.

“Kon tak habisi kabeh loh kon ngkok (kamu tak habisi semua loh kamu nanti). Aku sudah bilang buat inovasinya, jangan nunggu setengah 8, baru masuk setengah 1. Alasan tahu? Denger kamu? Ngomongnya apa? Nggak bisa karena dari bawah belum masuk,” amuk Eri kepada beberapa pegawai di dalam ruangan yang ada di lantai 2 tersebut, Senin (28/11/2022).

Ada yang nomor dukur (tinggi) masuk dulu karena ininya (datanya cepat ditemukan) cepat. Itu ada nomor 28 belum masuk, tapi nomor 70 wes (sudah) masuk. Dasarnya apa? Yokopo iki? (bagaimana ini),” sambungnya masih dengan nada tinggi.

Ia pun meminta para pegawai untuk berpikir terhadap pasien dan masyarakat. Di mana pasien yang ada di bawah sedang antre karena sakit.

“Iki loh pikiren lah. Masyarakat loro nang kunu. (Ini loh dipikirkan lah. Masyarakat sakit di situ),” ucapnya.

Sehabis itu Eri cahyadi memasuki ruangan dan melihat berkas berkas tidak tertata rapi dan amburadul sehingga Walikota surabaya tersebut makin marah.

Kayak gini itu diatur lah. Diubah kayak gini. Rumah sakit model gini. Urut. Miring kabeh ngene ga onok seng delok (miring semua gini tidak ada yang melihat),” tegasnya.

Lalu, ia mendengar ada salah satu pegawai yang tiba-tiba menyeletuk. Eri pun langsung memanggil pegawai perempuan berbaju dinas berwarna cokelat itu.

“Sopo seng kate ngomong, rene, rene. Sini. Sopo seng ngomong mereng-mereng ga dijopok, sini. Koen sing ngomong (sambil nunjuk) (Siapa yang mau bicara, sini, sini. Sini. Siapa yang bicara miring-miring tidak diambil, sini. Kamu yang bilang? (Sambil menunjuk). Sini. Matamu lihat sini. Kamu lihat masalaahnya di bawah sama aku,” teriaknya dengan mata melotot.

Eri pun menghampiri pegawai perempuan itu. Namun pegawai tersebut mengatakan jika ia tak mengatakan hal seperti yang dimaksud Eri.

“Saya tuh nggak ngomong seperti itu pak,” kata pegawai perempuan dengan nada lirih.

Pegawai perempuan itu pun langsung ditarik tangannya dan diajak ke bawah atau ke antrean pasien. Sambil menunggu lift terbuka, Eri menegaskan bahwa dia bisa benar-benar marah.

“Lihat msyarakat susah, itu gara-gara polahmu. Kamu lihat itu. Aku bisa marah betul,” tukasnya ( Eko – Amn )

banner 780X90
Penulis: Eko - AmnEditor: Sugihanto
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *