KEDIRI, Akuratmedianews.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kediri telah hampir seratus persen menyelesaikan proyek drainase atau gorong-gorong dengan pemasangan pemasangan box cluvert di jalan Tembus Kaliombo Kota Kediri sesuai dengan target. Target Proyek itu sendiri Agustus hingga Desember 2022.
Proyek Saluran Drainase ini sendiri diperlebar dan diperdalam, saluran air pada awalnya hanya selebar 60 cm dengan kedalaman 60 cm. Saat ini pelebaran dilakukan menjadi 1 meter dengan kedalaman 1 meter. Sepanjang 300 meter.
Tujuan Proyek Saluran Drainase ini merupakan upaya Pemkot Kediri melalui Dinas Pekerjaan Umum untuk mengurangi genangan air saat turun hujan. Menurut keterangan karyawan proyek Susanto menjelaskan penyebab sumber genangan air di terusan Kaliombo ada beberapa hal.
“Sebenar genangan air yang ada di terusan Kaliombo berawal dari jalan raya di Tirto Udan ketika hujan, air dari jalan raya karena tidak bisa masuk saluran air disebabkan tidak ada akses masuk ke saluran air, akhirnya air lari ke jalan raya Kaliombo turus masuk ke terusan kaliombo ini. Sementara itu air dari jalan Mangga mengalir ke jalan raya Kaliombo juga masuk jalan terusan Kaliombo karena saluran air lebih tinggi dari jalan raya. Selain itu air yang masuk ke sungai sebelah utara terusan Kaliombo juga cukup besar sehingga air dari saluran terusan kaliombo melambat.” kata Susanto
Susanto juga menyarankan agar DPUPR membuat tangkapan air di Tirtoudan agar air tidak bisa masuk ke Jalan Raya Kaliombo.
Sementara itu dalam kesempatan lain Kepala Dinas PUPR, Endang Kartika Sari kepada awak media mengatakan pemasangan box culvert dilakukan mengingat beberapa saluran yang ada sekarang berumur puluhan tahun sehingga sudah waktunya untuk direhabilitasi. Jika tidak direhabilitasi, ditakutkan saluran tersebut tidak muat lagi untuk menampung saluran debit air.
Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kota Kediri, I Made Dwi Permana, mengatakan penguatan kapasitas saluran air ini diprediksi mampu mengurangi 60-70 persen genangan. Saat ini jumlah saluran drainase di Kota Kediri ada sekitar 200 titik. Dari jumlah tersebut, hanya 50 persen kondisi baik. Separo lain membutuhkan normalisasi dan perbaikan.
Lebih lanjut Made menerangkan anggaran 2022 dilakukan perbaikan di 14 titik, ke depan masih butuh banyak anggaran agar semua saluran di Kota Kediri berfungsi dengan baik.
“Perbaikan kami lakukan secara bertahap. Setidaknya, ini bisa mengurangi genangan di musim hujan,”
Ditemui awak Akuratmedianews.com, seorang warga yang mengaku bernama Heni mengatakan kegembiraannya dengan selesainya saluran irigasi ini.
” Alhamdulillah mas, saya merasa senang dengan selesainya saluran ini, semoga banjir yang selalu datang saat musim hujan minimal mengurangi atau bisa mengatasi banjir , karena daerah ini selalu banjir mas, ,” kata Heni warga Kaliombo. (adv)










