banner 728x250

Babinsa Banjarejo Olah Limbah Jadi Berkah Lewat Budidaya Cacing

  • Bagikan
Kegiatan serda Rohman Yudianto budidayakan cacing jenis ANC bisa hasilkan cuan yang lumayan. (Foto : Nanang).
banner 780X90

Akuratmedianews.com — Di tengah tugasnya sebagai garda terdepan pengamanan desa, Serda Muhamad Rohman Yudianto menunjukkan bahwa menjadi Babinsa bukan hanya soal patroli dan komando.

Dari rumah sederhananya di Desa Banjarejo, Kecamatan Pudak, Ponorogo, ia memulai sesuatu yang tak biasa: membudidayakan cacing tanah jenis African Night Crawler (ANC).

Langkahnya bermula dari keprihatinan. Banyak warga membuang kotoran hewan dan sampah organik ke sungai, mencemari lingkungan yang selama ini menjadi sumber kehidupan masyarakat desa. Alih-alih hanya menegur, Serda Rohman mengambil tindakan nyata: mengubah limbah itu menjadi berkah.

“Dengan budidaya cacing ini, limbah organik bisa diurai, sungai jadi bersih, dan ada nilai ekonominya juga,” ujar Serda Rohman saat dikonfirmasi Awak Media, Senin (9/6/2025) kemarin.

Usaha ini dimulai pada Januari 2025, dengan 40 kilogram bibit indukan cacing ANC. Kini, setiap bulan ia mampu memanen sekitar 40 kilogram cacing, belum termasuk kotorannya yang dijual sebagai pupuk organik kepada petani.

Harga jualnya pun menjanjikan yaitu cacing Rp10 ribu per kilogram, pupuk Rp1.000 per kilogram.

Cacing jenis ANC dikenal memiliki kemampuan tinggi dalam mengurai bahan organik dan menghasilkan pupuk kaya nutrisi. Selain itu, kandungan gizinya juga tinggi sehingga cocok dijadikan pakan ikan, unggas, hingga reptil.

Serda Rohman menuturkan bahwa proses pemeliharaan cacing tergolong mudah dan bisa dilakukan siapa saja.

“Tidak butuh waktu khusus, cukup jaga kelembapan dan beri makan dari limbah dapur atau kotoran hewan. Sambil kumpul keluarga, cacing tetap produktif,” jelasnya.

Kini, usaha kecil itu tumbuh. Ia telah menjalin kemitraan dengan pelaku usaha perikanan, peternakan, hingga pihak yang membidik pasar ekspor ke China.

Bukan hanya berdampak pada keluarganya, usahanya juga membawa pengaruh positif bagi warga sekitar yang mulai tertarik meniru langkahnya.

“Dampaknya jelas. Ekonomi keluarga terbantu, lingkungan bersih, dan masyarakat jadi ikut sadar soal pengelolaan limbah,” ujar Babinsa kreatif yang sehari-hari membina wilayah Desa Banjarejo.

Lebih dari sekadar kegiatan sambilan, budidaya cacing ala Serda Rohman menjadi contoh konkret bahwa perubahan besar bisa dimulai dari rumah, dari hal kecil, dan dari niat baik.

Ketika ditanya resep keberhasilannya, ia menjawab dengan rendah hati, “Kuncinya tekun, sabar, dan jangan lupa berdoa. Rejeki yang barokah bukan hanya soal jumlah, tapi juga kebermanfaatannya”.

Langkah Serda Rohman Yudianto membuktikan, inovasi tak harus datang dari kota besar. Di pelosok Ponorogo pun, seorang Babinsa bisa jadi pionir perubahan menyelamatkan lingkungan, menggerakkan ekonomi, dan menanamkan semangat kemandirian.

banner 780X90
Penulis: Nanang Rianto Editor: Syaiful Hidayat
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *