Lumajang – Akuratmedianews.com Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat menanggapi dampak banjir yang melanda wilayah Kecamatan Jatiroto, khususnya di Desa Rojopolo, Kamis (30/10) malam hingga Jumat (31/10) dini hari. Hujan deras dengan intensitas tinggi menyebabkan meluapnya anak Sungai Bondoyudo–Avour Dimo dan menggenangi ratusan rumah warga di beberapa dusun.
Menindaklanjuti kondisi tersebut, Bupati Lumajang, Ir. Indah Amperawati, M.Si., memastikan bahwa pemerintah segera menyalurkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak, terutama air bersih dan makanan siap saji.
“Air mineral untuk minum dan air bersih untuk mandi sudah kami kirim menggunakan tangki sejak banjir mulai terjadi. Nasi bungkus juga kami distribusikan karena warga belum bisa beraktivitas memasak,” ujar Bupati Indah.
Selain menyalurkan bantuan logistik, pemerintah juga mulai melakukan pembersihan dan penanganan di area sungai yang menjadi sumber luapan air. Menurut Bupati Indah, penyebab utama banjir adalah pendangkalan sungai yang belum sepenuhnya tertangani melalui program normalisasi.
“Sebenarnya sudah lima tahun wilayah ini tidak banjir. Kami sudah membangun saluran aliran sungai, dan Dinas PU SDA Provinsi juga telah melakukan normalisasi sepanjang 3,4 kilometer. Namun masih ada sekitar tiga kilometer lagi yang belum tersentuh, dan ini sudah kami usulkan untuk dilakukan normalisasi lanjutan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Lumajang, Yudi Cahyono, menjelaskan bahwa pihaknya langsung mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) begitu laporan pertama diterima pada pukul 05.15 WIB. Tim tersebut melakukan asesmen, evakuasi ringan, serta pendataan kebutuhan mendesak warga terdampak.
” Kami langsung menurunkan tim untuk membantu warga di titik genangan. Saat ini air sudah mulai surut, dan penanganan pascabanjir terus kami lakukan,” kata Yudi di sela kegiatan penyaluran bantuan darurat, Jumat (31/10/2025).
Menurut Yudi, hujan deras selama beberapa jam menyebabkan debit air anak Sungai Bondoyudo meningkat signifikan dan meluap ke permukiman warga di Dusun Kokapan I, Kokapan II, dan Persil, Desa Rojopolo, dengan ketinggian air mencapai 100 sentimeter di beberapa titik. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Penanganan darurat dilakukan secara terpadu bersama lintas sektor, melibatkan Polsek Jatiroto, Koramil Jatiroto, Pemerintah Kecamatan, Dinas PUTR, Dinas Sosial, serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian. Seluruh pihak berkoordinasi untuk mempercepat pemulihan kondisi masyarakat.
” Langkah awal kami adalah memastikan keselamatan warga dan memastikan kebutuhan dasar mereka terpenuhi, terutama makanan siap saji dan air bersih,” imbuh Yudi.
Sebagai langkah percepatan, pemerintah juga membuka pintu air di Dusun Persil untuk mempercepat penurunan debit air di area terdampak. Selain itu, BPBD melakukan koordinasi dengan PUSDATIN Provinsi Jawa Timur guna memperkuat dukungan teknis dan logistik, termasuk pemantauan debit sungai serta potensi cuaca ekstrem di wilayah hulu.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan berintensitas tinggi dalam beberapa hari ke depan. BPBD bersama pemerintah desa siap memberikan bantuan dan informasi apabila terjadi kondisi darurat,” pungkasnya.
Dengan gerak cepat dan koordinasi lintas sektor, Pemerintah Kabupaten Lumajang memastikan seluruh proses penanganan bencana dilakukan tanggap, terukur, dan berorientasi pada keselamatan warga.
(naf)










