Akuratmedianews.com – Sebanyak 425 pasangan di Kaupaten Tuban dijadwalkan menikah malam malam ini. Sebab, malam yang bertepatan dengan malam 29 Ramadan, atau orang Jawa menyebutnya dengan ‘Malem Songo’ dianggap sebagai malam istimewa.
“Angka 425 pasangan itu tersebar di 20 kecamatan, dengan jumlah terbanyak di Kecamatan Soko dengan 48 pasangan yang akan menikah,’’ ujar Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Tuban Umi Kulsum, Jumat (28/3/2025).
Sebaran pasangan yang bakal menikah di malam yang dianggap istimewa itu adalah; Kecamatan Tuban 21 pasangan, Palang 47 pasangan, Jenu 13 pasang, Merakurak 16 pasangan dan Semanding 44 pasangan.
Kemudian Kecamatan Tambakboyo 6 pasangan, Kenduruan 8 pasangan, Soko 48 pasangan, Grabagan 12 pasangan, Jatirogo 11 pasangan, Senori 5 pasangan, Montong 11 pasangan, Singgahan 10 pasangan, Bangilan 12 pasangan, Plumpang 47 pasangan, Parengan 36 pasangan, Widang 46 pasangan, Bancar 4 pasangan, Kerek 8 pasangan dan Rengel 20 pasangan.
Demi lancar dan suksesnya pernikahan di Malem Songo itu, Kemenag Tuban akan menerjunkan 34 penghulu.
“Seluruh Penghulu kita terjunkan, sesuai wilayah kerja masing-masing,” tambahnya. Dipilihnya Malem Songo untuk menika karena dianggap memiliki banyak keberkahan sehingga dalam satu malam terdapat 425 pasang pengantin yang melepas masa lajang,” jelasnya.
Menurut perempuan asal Kecamatan Plumpang, Tuban ini, ada beberapa alasan mengapa nikah di Malem Songo. Pertama, Malam Songo dianggap malam istimewa.
“Artinya mereka akan tetap melangsungkan pernikahan meski secara hitungan Jawa ada weton dan nogo-dino tidak baik. Karena bagi mereka Malem Songo tidak pakai hitungan,” jelasnya.
Kedua, di Malem Songo banyak keluarga pengantin yang sudah mudik dan berkumpul, sehingga mereka sangat senang saat pernikahannya bisa disaksikan banyak keluarga.
“Ketiga, mereka nikah di Malem Songo dengan harapan pernikahannya mendapat keberkahan dan kemuliaan bulan Ramadan,” tandasnya.
Sebelumnya, Kementerian Agama sudah membekali para calon pengantin tersebut dengan pelatihan bimbingan perkawinan yang digelar di beberapa lokasi.(*)