Akuratmedianews.com – Fathan Subchi terpilih sebagai nahkoda baru ketua umum Pengurus Besar (PB) Ikantan Keluarga Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII) 2025-2030. Anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan mantan Ketua PW IKA PMII DKI Jakarta, terpilih dalam musyawarah nasional (Munas) VII IKA PMII yang digelar di Hotel Sahid Jakarta, pada tanggal 21-23 Februari 2025.
Proses pemilihan sempat berlangsung panas dan diwarnai kericuhan. Namun, Fathan berhasil meraih dukungan mayoritas dalam forum tersebut, memastikan dirinya sebagai pemimpin baru organisasi alumni PMII untuk lima tahun ke depan.
Menanggapi sempat ricuh, Perwakilan peserta dari Jawa Timur (Jatim), Taufik Al Amin mengatakan bahwa penyebab keributan dalam kegiatab Munas IKA PMII merupakan sikap sepihak ketum Ahmad Muqowam sendiri.
“Peristiwa terjadi ketika forum sedang menertibkan para peserta, agar duduk dikursi yang telah disiapkan. Namun, para peserta hampir seluruhnya berada dikursinya masing-masing, tiba-tiba Ahmad Muqowam langsung diatas mimbar menyampaikan bahwa forum harus dihentikan tanpa penjelasan lebih lanjut,” ujarnya dalam keterangan resmi diterima oleh redaksi, Senin (24/2/2025).
Taufik menyampaikan bahwa semua lampu di ruang sidang dimatikan, melihat keputusan sepihak dan kondisi ruangan yang gelap, mayortas peserta munas justru menghendaki sidang harus dilanjutkan sampai pemilihan selesai.
“Kami disini perwakilan dari pengurus wilayah se-Indonesia yang didampingi Sekjen PB IKAPMII Hanif Dhakiri dan beberapa pengurus besar lainnya memilih pemimpin sidang. Akhirnya, sidang dapat dilanjutkan kembali dengan pendomisioneran pengurus lama, pemilihan ketum hinggi terpilihnya Fathan Subkhi sebagai ketua umum PB IKAPMII 2025-2030,” kata Dosen IAIN tersebut.
“Setelah itu, dilanjukan memilih 5 orang formatur yang bertugas melengkapi struktur kepengurusan baru. Dengan demikian apa yang sudah dilakukan selama Munas berlangsung berserta hasil keputusannya adalah sudah sesuai aturan tatib dan AD/ART organisasi,” tambahnya.
Menurutnya, keputusan tersebut sudah final sehingga tidak perlu jadi bahan perdebatan apalagi membuat manuver Munas ke VII IKA PMII menjadi tidak sah.
” Semua pihak harus legowo dan menerima hasil munas untuk membangun IKA PMII kedepannya,” pungkasnya.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Ketua MPR RI Ahmad Muzani. Dan juga, diikuti sebanyak 34 PW dan 269 PC IKA PMII seluruh Indonesia. Tak hanya itu juga, dihadiri sejumla pejabat tinggi negara diantaranya adalah Menko Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin), Menteri Perlindungan Migran Indonesia (P2MI) Abdul Kadir Kanding, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan (PPA) Arifah Fauzi, Ketua Komis VII Marwan Dasopang, dan IKA PMII Ahmad Muqowan.