Akuratmedianews.com – Sebanyak 12 calon pelamar pekerja penyandang disabilitas mengikuti asesmen dan interview yang diselenggarakan oleh Galeri Disabilitas Kinasih (Gadisku) bersama Dinas Sosial Jawa Timur.
Calon pelamar disabilitas ini berasal dari berbagai wilayah di Jawa Timur, diantaranya UPT PRS PMKS Sidoarjo, UPT RSBK Madiun dan Yayasan Al Hafidz. Usai seleksi interview, hasilnya akan diumumkan dan pelamar yang diterima akan dikirimkan ke PT Kerta Rajasa Raya.
Direktur Gadisku Edi Cahyono mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan seleksi pekerja disabilitas mental yang akan ditempatkan nantinya di PT Kerta Rajasa Raya. Menurutnya, seleksi tersebut merupakan tahap ketiga kali yang dilakukan Gadisku untuk menempatkan pekerja disabilitas mental di perusahaannya.
“Ini trial kita bagaimana Gadisku dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Sosial (Dinsos) menghantarkan mereka dengan melalui beberapa tahapan. Mulai administrasi hingga interview,” ujarnya saat diwawancarai wartawan Akurat Media News di ruangan Direktur Gadisku, Surabaya, Kamis (3/7/2025).
Pria akrab disapa Edi menjelaskan bahwa mereka yang sudah dibina melalui dua tahap yaitu rehabilitasi medik dan rehabilitasi sosial.
“Mereka itu kategori yang kemandirian sudah mencapai 70-80 persen. Saat ini peluang yang ada itu di Perusahaan PT Kerta Rajasa Raya ini bidang penjahitan,” jelas Edi.
“Sebelumnya, kami sudah mengantarkan sebanyak 31 pekerja disabilitas fisik maupun tuli ke PT Kerta Rajasa Raya dan juga beberapa salurkan ke perusahaan bidang perhotelan di Surabaya. Nanti, akan ditempatkan Nganjuk,” tambahnya.
Lebih lanjut, Edi mengungkapkan bahwa kami telah berkomitmen dengan beberapa perusahaan tersebut untuk menempatkan di suatu tempat, karena di sana khusus disabilitas mental.
“Kami pun berharap penempatan ini dapat membantu mereka, untuk meningkatkan kemandirian pekerja disabilitas mental dan membuka peluang kerja yang lebih luas bagi mereka,” ungkapnya.
Sementara, calon pelamar pekerja disabilitas mental Supriyadi menyatakan bahwa kami sangat bangga dan senang diberi kesempatan untuk bisa bekerja dengan mandiri.
“Karena, kita diharapkan dengan mandiri dengan cara normal seperti orang biasa. Dan, kita sudah melakukan interview dengan baik dan benar. Sehingga, bisa menjelaskan apa yang diinginkan orientasi kerja bukan orientasi uang,” tutur Supriyadi.
Supriyadi menuturkan, kita bisa membuktikan dan mampu bisa melakukan pekerja dengan baik serta sosialisasi dengan masyarakat lainnya.
“Ini merupakan kesempatan untuk bisa menunjukan bahwa kita bisa pekerja dengan baik dan bisa sosialisasi dengan masyarakat sekitarnya,” imbuh dia.
“Kami berharap kedepannya kita semuanya ingin menjadi lebih baik. Seperti dengan pendekatan spiritual yang telah diajarkan oleh pemimpin Yayasan Al Hafidz bahwa kita bisa meningkat kualitasnya, bukan menurun. Bagaimana menjadi manusia yang benar dan hakiki,” tutupnya.










