banner 728x250

Gerai KDMP Pucangan Tuban Tutup Usai Diresmikan Presiden Prabowo, Kades Minta Maaf ke PP Sunan Drajat

  • Bagikan
TUTUP : KDMP Desa Pucangan Kecamatan Montong Tutup Usai Diresmikan
banner 780X90

Akuratmedianews.com – Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Pucangan, Kecamatan Montong, Kabupaten Tuban mendadak tutup hanya sehari setelah diresmikan secara serentak oleh Presiden Prabowo Subianto. Penutupan ini tentu mengejutkan warga dan menjadi sorotan publik.

Pantauan di lokasi pada Rabu (23/7/2025), pintu gerai KDMP tampak tertutup rapat tanpa aktivitas di dalamnya. Bahkan, sebagian besar barang dagangannya telah dikeluarkan.

Penutupan ini dipicu oleh putusnya hubungan kerja sama antara KDMP dengan Perekonomian Pondok Pesantren Sunan Drajat (PPSD), mitra utama dalam pendirian dan pengelolaan koperasi tersebut. PPSD kabarnya kecewa lantaran kontribusinya seolah tidak diakui.

Saat interaksi virtual dengan Presiden Prabowo dalam momen peresmian secara nasional pada 21 Juli 2025, Ketua KDMP maupun Kades Pucangan hanya menyinggung peran Badan Usaha Milik Negara (BUMN), tanpa menyebut dukungan besar dari PPSD. Hal ini memicu reaksi dari pihak PPSD yang kemudian secara sepihak memutus kontrak kerja sama.

“Kami dari PT Perekonomian Sunan Drajat sebagai mitra kerja selama ini telah memberikan banyak kontribusi dalam proses perencanaan, pendirian, pengurusan legalitas, kegiatan operasional. Tetapi hal tersebut tidak diakui dalam kegiatan resmi, dan kami putuskan untuk menarik diri,” ungkap Direktur Utama PT PPSD, Dr. H Anas Alhifni dikutip dari Surabayapagi.com.

Sementara itu, Kades Pucangan sekaligus Ketua Pengawas KDMP, Santiko menyampaikan permintaan maaf atas kelalaiannya. Ia mengaku grogi saat secara mendadak diminta untuk berdialog dengan Presiden Prabowo.

“Saat itu saya tiba-tiba diberikan mikrofon. Jadi saya hanya menyampaikan seadanya, dan mohon maaf jika ada hal yang kurang tepat,” ujarnya.

Menurut Santiko, bahwa sejak awal keberadaan dan perkembangan KDMP tidak lepas dari kontribusi besar PPSD, baik dari sisi ekonomi maupun manajerial.

“Sejak awal sampai koperasi terbentuk berkat support dari PPSD, bukan dari lembaga lain seperti yang saya sampaikan saat itu,” tuturnya.

Santiko berharap kerja sama dengan PPSD dapat terjalin kembali, apalagi sebagian besar gerai KDMP saat ini masih belum optimal dari sisi distribusi produk.

“Sudah hampir dua tahun berjalan. Ke depan kami harap bisa kembali dilengkapi dan diperkuat,” tambahnya.

Ia juga menegaskan komitmen KDMP dalam mendukung program Presiden Prabowo, khususnya dalam penguatan ekonomi desa melalui koperasi mandiri.

Menanggapi hal itu Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopumdag) Kabupaten Tuban, Agus Wijaya mengatakan situasi yang terjadi sekarang ini menjadi pembelajaran bersama dalam menjalin kerjasama dengan pihak ketiga.

“Harapannya ke depan tidak ada miss komunikasi, tidak ada permasalahan, sehingga semua berjalan dengan baik,” tambahnya.

Ia menekankan pentingnya sinergi dengan mitra eksternal untuk mempercepat perkembangan KDMP yang telah digagas Presiden Prabowo untuk menggerakkan perekonomian desa.

“Perlu kerja sama dengan pihak ketiga, untuk mensupport eksistensi koperasi itu sendiri,” tegasnya.

Mantan Camat Montong itu menyebut, komunikasi dengan pihak PPSD masih terus berlangsung untuk menata ulang perjanjian kerja sama. Harapannya, model kolaborasi tersebut bisa direplikasi ke koperasi desa lain.

“Kita coba membangun komunikasi, sehingga kedepan nilai positif dari PPSD bisa kita tularkan ke koperasi lain,” pungkasnya.

banner 780X90
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *