banner 728x250

Jama’ah Aboge Probolinggo Gelar Sholat Idul Fitri Sehari Setelah Penetapan Pemerintah

  • Bagikan
banner 780X90

PROBOLINGGO,Akuratmedianews.com – Meskipun Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1444 H pada Sabtu, 22 April 2023, Berbeda dengan para jama’ah  Aboge (Alif, raBO, waGE) yang ada di sejumlah wilayah di kabupaten Probolinggo. Jama’ah Aboge sendiri melaksanakan sholat Idul Fitri sehari pasca penetapan pemerintah. Dalam keyakinan dan hitungan kalender jama’ah aboge, 1 Syawal 1444 H bertepatan dengan hari Minggu, 23 April 2023.

Seperti halnya di musollah Al ikhlas Desa Malasan Kulon RT 08/RW 03 Kecamatan Leces Kabupaten Probolinggo. Tidak hanya itu, Jamaah Aboge (Alif Rabo Wage) yang bermukim di Dusun Krajan, Desa Leces, Kecamatan Leces, Kabupaten Probolinggo, merayakan Hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah, Minggu (23/4/2023).

Pantauan Akuratmedianews. Biro Probolinggo raya, Mereka tampak berduyun-duyun menuju ke Musollah setempat untuk menunaikan Salat Ied, pada pukul 06.00 WIB. Dalam pelaksanaannya para jama’ah Aboge tidak ada sedikitpun perbedaan seperti pada umumnya, hanya waktu penetapan 1 Syawal nya saja dalam setiap tahunnya.

Kendati demikian, perbedaan tidak menjadikan mereka untuk tidak hidup dalam suasana kerukunan dalam kesehariannya.

Menurut tokoh Agama Jamaah Aboge di Desa/Kecamatan Leces, Kyai Buri Bariyah, rumus yang digunakan dalam menghitung Lebaran atau 1 Syawal, yakni Syawal Siji Loro (Waljiro).

Selain itu, para jama’ah Aboge  juga berpedoman pada Kitab Mujarobat dalam penetapan 1 Syawal.

“Berdasar perhitungan Waljiro, Idul Fitri jatuh pada hari ini, Minggu wage. Artinya, selisih satu hari dari penetapan pemerintah,” jelasnya

Dirinya menjelaskan, jamaah Aboge tidak ada perbedaan dalam ibadah maupun bacaan dengan umat muslim pada umumnya.

“Yang berbeda hanya perhitungan tanggal saja, tapi kami tetap hidup rukun bersahaja.” imbuhnya

Hal senada juga diungkapkan oleh seorang jama’ah Aboge setempat, Nurawaki. Dia  menyebutkan kendati berbeda hari dalam menetapkan 1 Syawal dan dalam merayakan Idul Fitri, jamaah Aboge tetap hidup rukun dengan masyarakat sekitar.

“Kami tetap rukun dengan warga sekitar, tidak ada sedikitpun perbedaan dalam ajaran kami dengan pada umumnya. Al Qur’an dan hadist menjadi pedoman kami sepenuhnya, Nabi Muhammad. Saw, merupakan panutan kami semua. Dalam keseharian kami, kami tetap dan selalu menjalin tali silaturahmi,” jelas Nurwaki.

Informasi yang dihimpun Akuratmedianews biro Probolinggo raya, Ada ribuan jama’ah Aboge yang tersebar di tujuh desa di empat kecamatan di Kabupaten Probolinggo. Yaitu, Wilayah Kecamatan Leces, Kecamatan Tegalsiwalan, Kecamatan Dringu dan Kecamatan Bantaran. (Shol)

banner 780X90
Editor: Juaini
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *