banner 728x250

Tepat Tanggal 9, Lia Istifhama Daftar Calon DPD RI ke KPU Jatim

  • Bagikan
banner 780X90

Lia Istifhama saat memberikan keterangan di Kantor KPU Jatim

 

AKURATMEDIANEWS, SURABAYA– Calon Dewan Perwakilan Rakyat (DPD) RI, Lia Istifhama atau yang akrab di sapa Ning Lia, mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum Provinsi Jawa Timur (KPU Jatim), Selasa (9/5/2023).

Mendaftar sebagai Calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan Jawa Timur, Ning Lia didampingi sang Ibu dan Suami tercintanya.

Putri Almarhum, KH Masykur Hasyim ini sengaja memilih tanggal 9 untuk mendaftar ke KPU Jatim sebagai Calon Anggota DPD RI di Pemilu 2024 mendatang, sesuai arahan dari sang Ibunda.

“Alhamdulillah, ibu saya sosok yang sangat penting dalam proses ini. Beliau saksi betapa perjuangan menapaki proses DPD RI, bukanlah hal mudah. Dan beliaulah yang memberikan arahan tanggal 9 ini, sesuai jumlah bintang NU. Ibu saya memang sangat peduli kepada semua putra putri dan cucunya,” kata Lia Istifhama, Selasa (9/5/2023).

Ning Lia yang merupakan Doktoral lulusan Universitas Islam Negeri Surabaya (UINSA) ini mengungkapkan jika semua proses politiknya tak lepas dari sosok yang menjadi panutan banyak orang, yaitu almarhum ayahandanya dan Ketua Umum Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa yang merupakan sang bibi.

“Dalam hidup, kita harus memiliki sosok yang menjadi cermin teladan kita, beliau berdua diantaranya. Beliau berdua, ayah saya dan Bunda Khofifah, sosok yang sangat identik dengan simbol perjuangan. Bagaimana membangun kebaikan, itu harus diikuti kuatnya perjuangan. Karena tidak mudah menjadi sosok yang kapanpun dimanapun memikirkan bagaimana berbuat baik untuk orang lain,” jelentrehnya.

Saat ditanya mengapa mengambil tanggal 9 untuk mendaftar di KPU Jatim, Ning Lia memaparkan jika angka sembilan identik dengan Nahdliyyin (NU red).

“Sembilan jika ditambah angka 5 sesuai Pancasila, maka berjumlah 14. Empat belas inilah, jika tidak ada perubahan, Insya Allah menjadi nomor pencalonan DPD RI saya,” ungkapnya.

Aktivis perempuan yang konsen pada pe pemberdayaan, perlindungan Perempuan dan anak tersebut tak menampik bahwa dalam dirinya mengalir ‘darah politik’ nahdliyin, dan tidak bisa lepas dari warisan sang ayah, almaghfurlah KH Masykur Hasyim.

“Ya! Bisa jadi (ada darah politik sang ayah). Karena, sesungguhnya, area pekerjaan saya itu pendidikan dan swasta. Tetapi, ghirah politik selalu muncul. Ini karena (melihat) seluruh kebijakan terutama dalam dunia politik,” jelas Istri dari Fauzi ini.

Ning Lia menegaskan tak bisa melupakan sang ayah, yang dikenal sebagai politisi santri. Apalagi, jelasnya, dukungan sang ayah tak pernah surut.

“Kira-kira sebulan sebelum wafat, beliau berpesan agar saya meneruskan perjuangannya untuk umat. Alasannya sederhana, banyak jaringan pertemanan dan relawan yang tulus, ini harus bisa menjadi penopang perjuangan dalam kancah politik,” jelas keponakan Gubernur Jawa Timur Khofifah tersebut.

Sosok perempuan muda yang memiliki seabrek kesibukan ini, di samping sibuk dalam jejaring perempuan muda NU (Nahdlatul Ulama), ia juga aktif di Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jatim sebagai wakil sekretaris.

“Saya juga menikmati bertemu para petani. Di samping bisa mendengar langsung keluhan mereka, dunia pertanian kita ini sesungguhnya bisa tertata lebih professional. Sehingga tidak selalu tergantung impor,” tegas Ketua DPD Perempuan Tani HKTI Jawa Timur ini.

Saat sambutan di Kantor KPU Jatim, Ning Lia mengucapkan terimakasih ke Ketua KPU Jawa Timur, Ketua Bawaslu Jawa Timur beserta jajarannya.

“Segenap keluarga besar, sahabat, dan kawan media Alhamdulillah dan terimakasih atas kebaikan panjenengan semua yang menyempatkan hadir. Bismillah, dengan ini saya dan orang-orang tercinta saya telah menyerahkan kelengkapan berkas sebagai calon ‘sah’ DPD RI Jawa Timur. Proses ini merupakan teladan saya pada sosok yang sangat kita semua kagumi, sosok Tokoh Perempuan Nasional bahkan termasuk muslimah terpopuler,” tegasnya.

Ning Lia melanjutkan jika dirinya memohon doa restu kepada seluruh lapisan masyarakat.

“Bahwa saya menapaki proses pencalonan DPD ini sebagai bentuk: Tulus, Fokus, Tembus. Tulus adalah: bahwa proses ini terlalui atas dasar ketulusan doa kebaikan begitu banyak orang di sekitar kami. Fokus: bahwa proses ini berjalan atas tujuan mewujudkan secara nyata, bahwa kita harus melangkah ke depan membangun kebaikan. Kitalah pengejawantahan syubbanul yaum rijalul ghod, bahwa pemuda saat ini adalah pemimpin masa depan. Tembus: bahwa insya allah niat mengisi proses demokrasi melalui pencalonan DPD ini, adalah keyakinan kami bahwa setiap langkah yang diniati baik, pasti tembus kebaikan yang bisa dirasakan banyak orang,” ungkapnya.

“Dalam hal ini, kami yakin fungsi legislasi DPD akan semakin membawa manfaat dan maslahat dengan hadirnya sosok yang menggaungkan tulus fokus tembus. Seirama dengan Nawa Bhakti Satya, kita pun berbicara tentang Leadership is action, not about position. Jadi bagaimana seorang legislator menguatkan aksi kepemimpinan yang baik di tengah publik, yaitu adanya atensi kepada realita sosial, seperti penguatan UMKM, pendidikan, moral, kesehatan, dan sebagainya,” lanjutnya

“Dan kita semua marilah melihat proses demokrasi, seperti diantaranya adalah kontestasi DPD RI, sebagai kewenangan masyarakat untuk memilih 4 terbaik yang diharapkan yang semua yang terpilih, bisa bersinergi secara baik untuk penguatan fungsi legislasi,” tegasnya

“Akhirnya, ini pantun dari saya “Dulur, janganlah melas janganlah gundah, Tanggal Patbelas gunakan hak pilih anda. Tuku sayur semur minumnya jus duren. KPU Jawa Timur memang keren. Bunga raflesia bunga Dahlia, Jangan lupa ya coblos Ning Lia, No 14,” ajak Lia Istifhama

banner 780X90
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *