banner 728x250

Bupati Magetan Dan Disnakan Jamin Produk Susu Dan Daging Hewan Aman Dari PMK

  • Bagikan
banner 780X90

Magetan–akuratmedianews.com Merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) di hewan ternak di sejumlah daerah di Jawa Timur, membuat Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Kabupaten Magetan bergerak cepat untuk mengantisipasi agar penyakit tersebut tidak mewabah di Kota Magetan
Hal tersebut dilakukan menyusul telah ditemukan beberapa kasus positif hewan ternak yang mengidap penyakit PMK.

Bertempat di ruang jamuan Pendopo Surya Graha Kabupaten Magetan Jawa Timur, Senin (16/5/2022) Disnakan di dampingi Bupati Magetan dan juga Forkopimda yang hadir menyampaikan perihal Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menjangkiti hewan ternak seperti sapi, kerbau, kambing, domba dan babi yang dalam hal ini penyakit tersebut sudah menyerang penularannya di Kabupaten Magetan.

Dari data kasus yang dilaporkan ada 24 ekor yang positif terkena Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di dua lokasi yaitu di Desa Turi Kecamatan Panekan sebanyak 3 ekor, dan Desa Sugohrejo Kecamatan Kawedanan sebanyak 21 ekor.

Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan, Drh.Nur Haryani dalam pertemuannya menyampaikan bahwasanya hewan yang terkonfirmasi positif penyakit mulut dan kuku yang ada di lokasi dua desa tersebut, untuk terus dipantau oleh petugas para medis.

“Hewan yang terindikasi PMK saat ini dalam pantauan petugas para medis di lapangan terhadap kasus dua ternak di desa tersebut, sampai dengan hari ini alhamdullh sudah menunjukan gejala peningkatan yang baik. Kami berharap dan kami akan mendampingi ternak-ternak yang terkonfirmasi positif itu sampai dinyatakan ternak sembuh, “ungkap Kepala Disnakan dalam pertemuan.

Diketahui PMK dalam hal ini merupakan penyakit menular yang akut dengan tingkat penularan mencapai 90-100%, namun tidak seluruhnya menular ke manusia. Dan ternak yang positif masih bisa di sembuhkan asalkan sesuai pada peraturan secara dini.

Disampaikan pula dari Disnakan mengenai PMK ini akan terus lakukan upaya-upaya penanggulangan dikarenakan sangat terdampaknya pada paternak.

Diakhir sambutan Drh.Nur Haryani menyampaikan pula program pada daging dan susu yang dikonsumsi semua tetap aman dan sehat asalkan dalam pengolahan-pengolahan dilakukan secara baik dan benar.

“Dalam hal ini sehubungan isu yang berkembang, perlu adanya pemantauan langkah-langkah yang ditempuh, salah satunya melalui mobilitas pada hewan yang diperdagangkan di pasaran. Mulai besok “menutup pasar hewan” untuk tidak lakukan lagi mobilitas, “ungkapnya dengan tegas.

Masih dalam sambutannya Bupati Magetan juga mengatakan semoga dalam hal ini bisa mencegah penularan supaya tidak menimbulkan kerugian yang lebih besar pada ternak yang ada di Magetan. Dan beliau juga menghimbau kepada masyarakat terutama bagi daging yang peternak PMK, aman untuk dikonsumsi, sepanjang dalam memasak dilakukan dengan baik dan benar, dengan cara daging langsung di rebus.

Dan di akhir acara Bupati Magetan beserta semua tamu yang hadir, demo makan sajian olahan daging sapi dan minum susu serta menyuarakan “aman untuk dikonsumsi”. (Yudha)

banner 780X90
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *