banner 728x250

Awal Populernya ISTIGHOTSAH di Negeri ini

  • Bagikan
banner 780X90

Almusyid KH.Abdullah Sadjad Alm. foto,dok.

Akurat Media News.Com – Pada dasarnya Istighotsah merupakan amalan kaum tarekat yang dilaksanakan dengan prinsip “Tadloruan wa hufyah” Artinya ; dilakukan dan diamalkan di ruangan tertutup dengan bimbingan khusus seorang Mursyid atau Guru tarekat.
Mengingat saat itu Indonesia diperkirakan oleh para kiai akan memasuki bencana besar, maka harus dibentuk kekuatan kolektif untuk menyanggah pondasi bangsa Indonesia.
Maka pada bulan November tahun 1997 beberapa orang kiai sepuh, datang pada Ketua NU Wilayah Jawa Timur KH Hasyim Muzadi dengan membawa pesan bahwa ”Kalau NU mau selamat dan menyelamatkan bangsa Indonesia harus menyelenggarakan Istighotsah“, Mereka , para Kyai Sepuh menyarankan agar Istighotsah dilaksanakan di lapangan terbuka.
Usulan itu sangat aneh sebab kebiasaan selama itu Istighotsah dilakukan di tempat tertutup , tetapi saat itu pula harus dilaksanakan di tempat terbuka. Di antara kiai memang ada yang keberatan, karena sulit memperoleh kekhusukan di tempat terbuka dan dalam kerumunan massa.
Walhasil ;
Di sela-sela waktu senggang KH. Imron Hamzah yang waktu itu menjabat Rois PWNU Jatim menemui Al-mursyid KH.Abdulloh Sadjad ( Mudir / Ketua Idaroh Wustho Jamiyah Ahli Thoriqoh Almuktabaroh Annahdliyah Jatim/ Ketua Jatman Jatim), tepatnya Di Teras Masjid ARRIDLO Mojoagung Jombang setelah Jamaah Sholat, kedua beliau yang notabane sama2 pernah menjadi santri kesayangan Khadrotus Syaikh KH. Romly Tamim ” sang pencetus Aurod Istighosah”, sambil bersenda gurau beliau berdua selanjutnya mendiskusikan terkait amalan istighosah yang sedianya akan di publish di khalayak umum.

Pendek cerita , Almursyid Terekat Qodiriyah wa Naqsabandiyah KH. Abdulloh Sadjad menulis susunan Istighosah ijazah yang beliau peroleh langsung dari Mbah Yai Romly di sebuah kertas kecil dan membawanya pada KH. Abdul Wahhab , Kademangan Mojoagung , (seorang kyai yang tulisan arabnya sangat bagus pada waktu itu), untuk minta tolong menuliskan kembali susunan Istighosah tersebut. Setelah kertas yang tertulis rapi itu di tulis rapi, maka di serahkanlah pada KH.Imron Chamzah yang kemudian oleh beliau langsung di stempel PWNU Jawa Timur untuk siap di edarkan.
Ahirnya ; Persis tanggal 25 Desember 1997 gelaran Istighotsah kubro untuk pertama kalinya dilaksanakan secara terbuka di lapangan bola Tambak Sari, Surabaya, yang kemudian untuk kedua kalinya dilaksanakan kembali di lapangan Kodam Surabaya , dan Istighotsah yang paling besar adalah yang gelar di Lapangan Parkir Timur senayan Jakarta dengan melibatkan seluruh warga nahdliyin bersama-sama memanjatkan doa dan istighosah untuk keselamatan Negeri
Nafa’ana Bihim Wabiuluumihim Wabiasroorihim Fiddaaroini Amiiin…

Wallahu a’lam bisshowab

Moh.Misbah Sadjad ( Pembina Angkatan Muda Tarekat Indonesia ( AMTI).

banner 780X90
Penulis: RedEditor: Sugik
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *