banner 728x250

Reses DPR RI Fraksi PDI Perjuangan di Ngariboyo, Novita Hardini Serap Keluhan Warga soal Ekonomi  Semakin Sulit

  • Bagikan
banner 780X90

 

MAGETAN –Akuratmedianews.com Anggota DPR RI Komisi VII dari Fraksi PDI Perjuangan Dapil VIII Jawa Timur, Novita Hardini menggelar kegiatan reses bertema “Menjemput Aspirasi” di Desa Ngariboyo, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan. Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan dari lima desa di wilayah Kecamatan Ngariboyo serta masyarakat pelaku UMKM.

 

Dalam kegiatan itu, Novita Hardini juga menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat kurang mampu dan kelompok UMKM sebagai bentuk kepedulian di tengah kondisi ekonomi yang dirasakan semakin berat oleh masyarakat kecil.

 

Pada sambutannya, Novita menyampaikan bahwa reses menjadi momentum penting untuk mendengarkan langsung persoalan yang dihadapi masyarakat. Seluruh aspirasi yang masuk, menurutnya, akan dibawa dan diperjuangkan di tingkat pusat sebagai bahan evaluasi kebijakan pemerintah.

 

“Saya ingin menjelaskan kepada masyarakat, menyapa, duduk bersama, sama rasa, tidak ada jarak. Saya ingin mendengarkan apa saja yang menjadi unek-unek masyarakat, kemudian bagaimana masyarakat menjalani kesehariannya di tengah kondisi ekonomi hari ini,” ujar Novita.

 

Ia menjelaskan, secara data pertumbuhan ekonomi Indonesia memang mengalami peningkatan dan menjadi salah satu yang tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Namun di tingkat masyarakat bawah, kondisi tersebut belum sepenuhnya dirasakan.

 

“Secara data ada peningkatan, Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi 5,6 persen. Tapi ketika di-breakdown lagi ke bawah, banyak sekali masyarakat yang merasa kondisi ekonominya makin sulit dibanding tahun-tahun sebelumnya,” jelasnya.

 

Dalam dialog bersama warga, berbagai keluhan dan harapan disampaikan secara terbuka. Salah satu persoalan utama yang menjadi sorotan masyarakat adalah melonjaknya harga kebutuhan pokok sehari-hari yang semakin memberatkan ekonomi keluarga.

 

Selain itu, warga juga mengeluhkan sulitnya lapangan pekerjaan di tengah kondisi ekonomi saat ini. Mereka merasa kebijakan pusat belum sepenuhnya dirasakan manfaatnya oleh rakyat kecil.

 

Salah seorang warga disabilitas, menyampaikan harapannya untuk mendapatkan bantuan kaki palsu karena mengalami cacat sejak kecil. Ia juga berharap bantuan sosial seperti PKH dan BLT tidak dikurangi, terutama bagi masyarakat disabilitas dan warga kurang mampu.

 

Warga lainnya meminta adanya evaluasi dan revisi data penerima bantuan sosial agar penyalurannya lebih tepat sasaran. Permintaan bantuan kursi roda bagi warga Kecamatan Ngariboyo juga turut disampaikan dalam forum tersebut.

 

Tak hanya itu, seorang pedagang nasi pecel mengaku penghasilannya menurun sejak adanya program MBG (Makan Bergizi Gratis). Menurutnya, kondisi tersebut membuat pedagang kecil semakin sepi pembeli.

 

Menanggapi berbagai aspirasi itu, Novita mengaku dirinya turun langsung ke masyarakat bukan hanya untuk mendengar, namun juga memahami kebutuhan warga yang semakin berat akibat kenaikan harga bahan pokok.

 

“Dan hari ini masih dalam masa reses saya sebagai anggota DPR RI, saya turun, saya mendengarkan keluh kesan mereka dan tentunya tidak hanya mendengarkan, tapi juga saya mengerti mereka membutuhkan beberapa bahan pokok yang hari ini mungkin terasa sulit untuk mereka beli karena kenaikan harga-harga kebutuhan pokok,” katanya.

 

Ia menambahkan, beberapa aspirasi masyarakat yang sifatnya bantuan langsung berupa barang masih dapat segera direalisasikan. Namun aspirasi yang berkaitan dengan regulasi dan kebijakan nasional membutuhkan proses perjuangan yang lebih panjang.

 

“Kalau aspirasi dari warga tadi ada beberapa yang memang sudah langsung bisa diberikan karena sifatnya berupa barang, saya rasa itu bukan masalah besar. Tapi aspirasi yang kaitannya dengan regulasi tentu membutuhkan perjuangan panjang karena memang beririsan dengan beberapa kepentingan dan juga prioritas program pemerintah,” ungkapnya.

 

Terkait program MBG, Novita menilai program tersebut sejatinya memiliki tujuan baik untuk menggerakkan ekonomi lokal apabila benar-benar melibatkan masyarakat kecil dan pelaku usaha lokal.

 

“Saya mengerti niat baik Bapak Presiden adalah untuk menggerakkan ekonomi lokal. Maka underline dari penggerakan ekonomi lokal itu yang harus saya perjuangkan agar yang bergerak benar-benar orang-orang kecil yang diangkat derajatnya karena adanya MBG ini. Saya berharap konsep itu bisa dikembalikan sesuai dengan niat mulia awalnya,” tegasnya.

 

Ia juga menjelaskan bahwa berkurangnya APBN berdampak pada pengurangan kuota sejumlah bantuan sosial seperti BLT maupun PKH. Meski demikian, dirinya menegaskan akan terus mengawal kebijakan jaring pengaman sosial agar tetap berpihak kepada masyarakat kecil.

 

“Saya akan terus mengawal agar kebijakan bantuan sosial dan perlindungan masyarakat bisa direvisi dan lebih tepat sasaran,” tandasnya.

 

Melalui kegiatan reses tersebut, Novita berharap aspirasi masyarakat Kecamatan Ngariboyo dapat menjadi perhatian pemerintah pusat, terutama terkait perlindungan sosial, pemberdayaan UMKM, dan pembukaan lapangan pekerjaan di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan masyarakat bawah.(Hst).

banner 780X90
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *