Akuratmedianews.com – Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Sidoarjo menggelar kegiatan musyawarah kabupaten (Muskab) 2025 di Fave Hotel Sidoarjo, Senin (5/5/2025). Kegiatan ini menjadi ajang penting dalam menentukan kepemimpinan baru bagi dunia bulutangkis di wilayah Kabupaten Sidoarjo.
Dalam sambutannya, Ketua Panitia Muskab PBSI Sudirta mengatakan bahwa tahapan ini telah dilakukan dengan mengacu pada anggaran dasar dan anggaran rumah tangga organisasi serta peraturan PBSI yang berlaku. Menurutnya, panitia telah melakukan proses penjaringan calon ketua secara transparan dan akuntabel selama 14 hari.
“Proses tersebut meliputi pengambilan dan pengembalian formulir, verifikasi dokumen, hingga pengumuman hasil seleksi. Seluruh proses telah kami laksanakan berdasarkan peraturan organisasi Nomor 1 Tahun 2018 tentang penjaringan dan Nomor 2 Tahun 2018 tentang mekanisme musyawarah. Kami pastikan semua tahapan dilaksanakan secara terbuka dan profesional,” ujarnya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua PBSI Sidoarj Hendro yang ditunjuk oleh Pengprov PBSI Jawa Timur menegaskan bahwa kehadiran pihak provinsi bukan untuk melakukan intervensi terhadap pemilihan pengurus, melainkan untuk memastikan jalannya Muskab sesuai ketentuan.
“Kami dari provinsi hadir bukan untuk mengatur siapa yang akan terpilih, tapi untuk memastikan proses berjalan baik. Sidoarjo punya potensi besar, klub-klubnya aktif, dan didukung banyak perusahaan. Sinergi dengan CSR perusahaan akan sangat membantu pembinaan atlet,” kata Hendro.
Hendro juga mengungkapkan bahwa Muskab kali ini digelar ulang karena musyawarah sebelumnya dinyatakan tidak sah oleh Pengprov PBSI Jawa Timur.
“Surat pemanggilan dari Pengprov sempat diabaikan, sehingga kegiatan sebelumnya dianggap tidak sesuai AD/ART. Maka ditunjuklah PLT dan kini kita gelar Muskab ulang,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sidoarjo Yudi Widianto yang hadir mewakili Bupati Sidoarjo menyampaikan bahwa dukungan penuh dari pemerintah daerah terhadap keberlangsungan PBSI dan pembinaan atlet.
“Olahraga perlu dukungan luar biasa, termasuk dari sisi pendanaan dan sinergi kelembagaan. Kami berharap pengurus baru nantinya segera berkolaborasi dengan KONI untuk mempersiapkan atlet menghadapi Porprov di Malang, Juni mendatang,” tutur Yudi.
Yudi menegaskan bahwa pentingnya pengelolaan anggaran sesuai aturan agar pembinaan olahraga berjalan optimal dan akuntabel.
“Dana pembinaan dari pemerintah harus digunakan secara tertib dan sesuai ketentuan agar mendukung kemajuan olahraga, khususnya bulutangkis di Sidoarjo,” tegas Yudi.
“Melalui Muskab ini dapat menghasilkan kepemimpinan yang amanah, memiliki integritas, serta berkomitmen penuh terhadap pembinaan dan peningkatan prestasi atlet bulutangkis Sidoarjo di level regional maupun nasional,” pungkasnya.










