banner 728x250

Program “Balita Anting Emas” Diluncurkan di Desa Setren, Bupati Magetan Gandeng ASN Cegah Stunting

  • Bagikan
banner 780X90

 

MAGETAN –Akuratmedianews.com Upaya percepatan penanganan stunting di Kabupaten Magetan terus diperkuat. Salah satunya melalui program “Balita Anting Emas” yang menyasar balita terindikasi stunting dengan pemberian intervensi gizi berupa protein hewani selama 90 hari.senin (25/5/2026).

 

Program tersebut disosialisasikan di Desa Setren, Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan dengan salah satu penerima manfaat yakni balita bernama Alvarenda Davin usia 10 bulan. Kegiatan dihadiri langsung oleh Nanik Endang Rusminiarti bersama jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan.

 

Dalam sambutannya, Bupati Magetan menjelaskan bahwa program “Anting Emas” merupakan bentuk kepedulian para ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Magetan terhadap anak-anak yang terindikasi stunting.

 

“Untuk penanganan stunting ini difasilitasi oleh donatur, yakni kepedulian ASN yang ada di Magetan melalui program Anting Emas. Program ini membantu anak-anak yang terindikasi stunting dengan pendampingan selama tiga bulan mulai Mei hingga Juli,” ujar Bupati Magetan.

 

Ia menegaskan, selama masa intervensi para balita penerima bantuan akan terus mendapatkan dukungan pemenuhan gizi dari para donatur ASN. Setelah program berjalan selama tiga bulan, pemerintah daerah akan melakukan evaluasi untuk melihat perkembangan kondisi anak-anak penerima manfaat.

 

“Setelah tiga bulan nanti akan kita evaluasi hasilnya. Data penerima sudah ada di Dinas Kesehatan dan program ini dilaksanakan untuk seluruh wilayah Kabupaten Magetan,” tambahnya.

 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan dr. Rohmad Hidayat menjelaskan, bahwa program tersebut lahir dari kepedulian seluruh ASN terhadap kondisi balita yang mengalami kekurangan gizi dan berpotensi stunting.

 

Menurutnya, intervensi dilakukan melalui pemberian protein hewani secara rutin selama 90 hari kepada balita sasaran. Pada kegiatan di Desa Setren, Alvarenda Davin menjadi salah satu anak asuh Bupati Magetan yang menerima bantuan tersebut.

 

“Seluruh ASN peduli terhadap balita-balita kita yang kondisi gizinya kurang atau terindikasi stunting. Bentuk intervensinya berupa pemberian protein hewani selama 90 hari,” jelasnya.

 

Ia menerangkan, balita penerima program dipilih berdasarkan sejumlah kriteria agar hasil intervensi dapat terukur secara maksimal. Sasaran utama adalah balita dengan status gizi wasting, masuk dalam data keluarga desil 1 sampai 5, serta tidak memiliki penyakit penyerta.

 

“Kriteria ini dibuat supaya hasil intervensi lebih terlihat. Kalau balita memiliki penyakit penyerta, perkembangan gizinya akan lebih sulit dipantau,” ungkapnya.

 

Program “Balita Anting Emas” sendiri menyasar sekitar 200 balita yang tersebar di seluruh kecamatan di Kabupaten Magetan. Pemerintah berharap melalui keterlibatan ASN dan kolaborasi lintas sektor, angka stunting di Magetan dapat ditekan secara bertahap sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan generasi masa depan.

banner 780X90
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *