Ibu-ibu pelaku UMKM di Bandar Lor, Kota Kediri saat mengikuti kegiatan pelatihan jejak berantai perempuan bergerak By Hayy Maahayaa
KEDIRI,AkuratMediaNews– Setelah sukses digelar di Kabupaten Sidoarjo, Mojokerto, Jombang, kegiatan pemberdayaan ‘Jejak Berantai Perempuan Bergerak By Hayy Maahayaa’ digelar di Kota Kediri.
Ibu-ibu dan remaja perempuan pelaku UMKM di kawasan Bandar Lor, Kota Kediri, Jawa Timur mendapatkan pembekalan materi dan workshop mengenai pemberdayaan perempuan hingga pendampingan UMKM perempuan terpilih mengenai optimalisasi SDGs (Sustainable Development Goals) kesetaraan gender secara langsung oleh Ahaddiini Hayyu Maahayaati, S.Sos, M.Sosio ,
Founder Perempuan Bergerak By Hayy Maahayaa, Minggu (12/11/2022).
“Kota Kediri lokasi ke empat, sengaja kita gelar di Kota Tahu karena banyaknya para perempuan pelaku UMKM yang mempunyai keinginan untuk memajukan produk mandiri sebagai usaha yang digeluti mereka agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi dari sebelumnya” kata Lulusan Magister Sosiologi Universitas Airlangga angkatan 2014 ini.
Hayy sapaan akrab Perempuan pemilik UMKM di Kabupaten Pasuruan ini mengungkapkan jika bercermin pada SDGs ( Sustainable Developent Goals) pada bab kesetaraan gender, bahwa adanya perkembangan kesetaraan gender yang masih masif dan dominasi terjadinya perilaku diskriminatif sebagai permasalahan utama perempuan di berbagai negara, termasuk Indonesia.
Sehingga, lanjut Hayy dengan adanya pemberdayaan perempuan dimaksudkan sebagai bagian dari usaha perjuangan menegakkan kesetaraan gender dalam memperkuat kemampuan negara untuk lebih berkembang secara efektif dalam pengentasan kesenjangan sosial.
“Adanya kegiatan Jejak Berantai program pemberdayaan Perempuan Kediri dimaksudkan sebagai bagian dari usaha perjuangan menegakkan kesetaraan gender serta memperkuat kemampuan agar lebih berkembang secara efektif dalam hal kesejahteraan perempuan dan pengentasan penanggulangan kesenjangan sosial,” ungkapnya.
Jejak Berantai program pemberdayaan Perempuan Bergerak By Hayy Maahayaa ini memberikan pemahaman dan pembekalan pemberdayaan untuk para perempuan Kediri terkait tentang pentingnya kesetaraan gender.
“Dimana kesetaraan gender adalah sebagai usaha perjuangan jangka panjang agar kaum perempuan dapat lebih mandiri, tidak dianggap rendah dengan segala stigma dikskriminasi sehingga kesetaraan gender dapat terwujud dengan baik,” sambung Hayy yang berprofesi sebagai tenaga pengajar di SLB Putra Mandiri Sidoarjo ini.
Lebih jauh Hayy menegaskan sudah menjadi keharusan saat ini jika Perempuan tidak tergantung terhadap pasangan dalam memenuhi kebutuhan ekonomi, pun dengan segala macam bidang yang digelutinya. Karena sampai sejauh ini perempuan sudah mampu membuktikan keikutsertaannya dalam proses pembangunan melalui pemberdayaan. Harapan kedepannya pada pemerintah memberikan kesempatan lebih luas kepada perempuan agar konstribusi perempuan juga lebih optimal.
“Tidak hanya itu saja, tegaknya kesetaraan gender diharapkan akan menghindarkan segala dampak buruk terhadap perempuan. Menumbuh kembangkan optimisme perempuan dalam hal pencapaian hak-haknya yang kemudian menjadikannya sebagai jalan keluar dalam pencapaian tujuan SDGs (Sustainable Development Goals) bidang kesetaraan gender dimana kaum perempuan dapat lebih berani untuk menunjukkan skill dan kekuatan dalam rangka mematahkan anggapan mengenai keraguan terhadap perempuan,” tegasnya.
“Optimalisasi SDGs (Sustainable Development Goals) mengenai kesetaraan gender sebagai aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan dengan salah satu tujuannya yaitu dalam rangka untuk lebih memajukan perempuan dengan meningkatkan taraf hidup mereka, termasuk pada bab pembekalan pemberdayaan perempuan Kediri pada program Jejak Berantai Perempuan Bergerak by Hayy Maahayaa,” Sambungnya.
Sementara itu, Mega Nusantara, salah satu pelaku UMKM Kota Kediri yang mengikuti pelatihan pemberdayaan mengaku, banyak ilmu yang bisa diserap dari kegiatan tersebut.
“Kami jadi tahu perempuan itu memiliki hak sama dengan laki laki atau kaum laki-laki.Tadi ada penyampaian materi tentang usaha yang bisa dikembangkan oleh para perempuan. Sehingga kita tidak berpatokan pada penghasilan suami, kami juga mandiri dan mencari uang sendiri,” jelasnya.
Mega bersama sekelompok perempuan di Kota Kediri memiliki usaha pembuatan gorengan. Setelah mengikuti pelatihan pemberdayaan dari Mbak Hayy Maahayaa kami akan mengaplikasikan ilmunya pada produk usaha kami, agar laris manis.
“Kami apresiasi ilmu yang kami dapat setelah mengikuti kegiatan perempuan bergerak by Hayy Maahayaa, kami juga didampingi untuk inovasi, ide bagaimana produk yang kami jual memiliki nilai bisnis yang tinggi dengan hiasan agar tampilan lebih menarik dan kemasannya juga bagus. Sehingga produk kami bisa laris manis terjual,” ungkap Mega. (Dik)










