banner 728x250

Brangwetan Sidoarjo Gelar Workshop Penguatan dan Pengembangan Mata Pelajaran Berbasis Toleransi Pada Guru

  • Bagikan
banner 780X90

MOJOKERTO Akurat Media News– Komunitas Seni Budaya Brangwetan Kabupaten Sidoarjo menggelar Workshop Penguatan dan Pengembangan Mata Pelajaran Berbasis Toleransi yang diikuti puluhan peserta dari kalangan pengajar (guru red).

Workshop bertema ‘Penguatan dan Pengembangan RPP dan Jurnal Mata Pelajaran Berbasis Toleransi untuk Guru Mata Pelajaran’ ini tak kurang diikuti 20 peserta yang terdiri dari Kepala Sekolah, Wakil Kepala Sekolah, dan Guru Mata Pelajaran dari 5 (lima) sekolah yaitu SMAN 1 Gedangan, MAN Nurul Huda Sedati, dan 3 SMPN 1 dari Waru, Taman dan Gedangan, yang digelar mulai Selasa (24/5/2022) dan berakhir hari ini Rabu (25/5/2022) berlokas di Hotel Royal Trawas, Mojokerto.

Dr. Netti Lastiningsih, Kepala Bidang Penjamin Mutu Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, yang menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut menyampaikan dua materi yakni Asesmen Diagnostik, dan RPP/Modul Ajar Berbasis Toleransi.

“Para guru wajib mengetahui kemampuan dasar dan kondisi awal siswa sebelum memulai pembelajaran. Jangan sampai pada akhir pembelajaran, sudah mengajar satu semester, ternyata guru baru tahu bahwa siswa tidak suka dengan mata pelajaran yang diajarkan. Inilah yang dinamakan Asesmen Diagnostik, yang harus dilakukan guru sebelum memulai pembelajaran,” kata Netti.

Netti menambahkan jika Asesmen Diagnostik nantinya akan diganti dengan istilah Asesmen Awal, agar tidak ada pemahaman bahwa hanya orang ahli saja yang melakukannya.

“Yang dimaksudkan Asesmen Diagnostik adalah asesmen yang dilakukan untuk mendiagnosis kemampuan dasar siswa dan mengetahui kondisi awal siswa,” ungkapnya

Netti menambahkan jika ada dua Asesmen Diagnostik, yaitu Non-Kognitif dan Asesmen Diagnostik.

“Tujuan Asesmen Diagnostik Non Kognitif adalah, Mengetahui Kesejahteraan psikologi dan sosial emosi siswa. Aktivitas selama belajar di rumah. Kondisi keluarga siswa.Latar belakang pergaulan siswa. Gaya belajar, karakter, minat siswa.Cara pandang siswa, dan Sikap menghargai perbedaan, toleran, budaya dan lainnya,” imbuhnya.

Netti mengingatkan sebetulnya hal-hal di atas menjadi tugas Guru Bimbingan dan Konseling (BK) yang dilakukan melalui psikotest. Sayang sekali kalau hal itu tidak diketahui oleh para guru.

“Biaya Psikotest itu mahal lho, eman-eman kalau guru tidak tahu hasilnya sehingga tidak bisa mengambil sikap ketika mengajar,” jelas Netti.

Terkait Asesmen Diagniostik Kognitif, Netti memaparkan tujuanya, yakni Mengidentifikasi Capaian Kompetensi siswa. Menyesuaikan pembelajaran di kelas dengan kompetensi rata-rata siswa. Memberikan kelas remedial atau pelajaran tambahan kepada siswa yang kompetensinya di bawah rata-rata.

“Semoga kegiatan BrangWetan dengan peserta pihak sekolahan dan guru ini bisa bermanfaat dan tentunya harapan kami bisa terus digelar dan diikuti pihak sekolahan serta para guru yang ada di Kabupaten Sidoarjo,” pungkasnya.

Ketua BrangWetan Kabupaten Sidoarjo, Henri Nurcahyo mengungkapkan jika Workshop ini merupakan bagian dari rangkaian program BrangWetan Sidoarjo yang bertemakan ‘Cinta Budaya Cinta Tanah Air’ di tahun 2022 hingga pertengahan tahun 2023 mendatang.

“Selain menghadirkan narasumber dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sidoarjo, juga diisi narasumber dari Tim LPPM UIN Sunan Ampel, yaitu Prof. Dr. Rubaidi, Dr. Hernik Ferisia, dan M. Amin Hasan, Mpd,” pungkas Henri. (Vit)

banner 780X90
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *