Ahaddiini Hayyu Maahayaati, founder Perempuan Bergerak By Hayy Maahayaa foto bersama dengan Ibu-ibu dan Remaja Perempuan peserta kegiatan Jejak Berantai Perempuan Bergerak
SIDOARJO, Akurat Media News – Jejak Berantai Perempuan Bergerak By Hayy Maahayaa digelar di Kabupaten Sidoarjo. Setelah sukses digelar di Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Jombang, Ahaddiini Hayyu Maahayaati founder Perempuan Bergerak By Hayy Maahayaa memberi pembekalan materi kepada Ibu-ibu dan Remaja Perempuan Dusun Glonggong, Desa Kedung Kembar RT 03 RW 02 Kecamatan Prambon, Kabupaten Sidoarjo mengenai pemberdayaan perempuan dalam diskursus kekerasan dan pelecehan seksual.
“Kami (perempuan bergerak by hayy maahayaa red) memberi pembekalan terkait pentingnya pemberdayaan perempuan dalam diskursus kekerasan dan pelecehan seksual. Semua kami paparkan, mengenai apa itu kekerasan dan pelecehan seksual, apa saja bentuk dan jenisnya, bagaimana pencegahan sebagai upaya perlindungan diri pada perempuan, yang dilanjutkan dengan materi pemberdayaan perempuan dari sudut pandang feminisme,” kata Perempuan yang akrab di sapa Hayy Maahayaa ini, Senin (8/8/2022).
Hayy menambahkan jika kaum perempuan harus berdaya dan paham mengenai pemahaman pemberdayaan, mengapa harus ada pemberdayaan dan mengapa perempuan harus berdaya beserta segala sub di dalamnya.
“Jejak Berantai Perempuan Bergerak By Hayy Maahayaa juga memberi workshop pemberdayaan diikuti oleh para ibu rumah tangga dan remaja perempuan di desa Kedung Kembar RT 03 RW 02 Prambon Sidoarjo. Pembekalan materi Jejak Berantai Perempuan Bergerak juga mengenai kekerasan dan pelecahan seksual. Sengaja disertakan dalam kegiatan pemberdayaan perempuan di Sidoarjo, mengingat angka kekerasan perempuan dan pelecehan seksual di Sidoarjo tergolong cukup tinggi,” ungkap perempuan yang juga guru SLB Putra Mandiri Lebo Sidoarjo ini.
Hayy melanjutkan jika adanya korelasi mengenai kekerasan dan pelecehan seksual dalam penanaman nilai-nilai feminisme demi tegaknya kesetaraan gender agar perempuan mampu berdaya dalam meraih segala haknya.
“Kesetaraan gender diharapkan dapat meredam segala kekerasan dan pelecehan seksual. Dimana adanya paham kesetaraan antara perempuan dan laki-laki merupakan salah satu prinsip untuk menghentikan kasus kekerasan dan pelecehan berbasis gender. Oleh karena itu, baik perempuan maupun laki-laki harus terlibat bekerja sama ambil andil dalam berkontribusi bersama untuk menciptakan rasa saling aman dan saling menghargai satu sama lain,” harapnya.
“Ketika kesadaran mengenai kesetaraan gender telah diterapkan, rasa saling menghargai antara perempuan dan laki-laki akan semakin tinggi. Garis besarnya adalah menghindarkan segala kasus kekerasan dan pelecehan seksual di Indonesia, tidak terlepas juga di Kabupaten Sidoarjo ini,” imbuh Hayy Maahayaa perempuan kelahiran Kota Surabaya ini.
Tidak hanya penyampaian materi mengenai diskursus kekerasan dan pelecehan seksual yang dikaitkan dengan kesetaraan gender serta pemberdayaan perempuan dengan perspektif feminisme, Jejak Berantai Perempuan Bergerak By Hayy Maahayaa dalam aksi kegiatan di Desa Kedung Kembar Prambon Sidoarjo juga mengadakan pembekalan pelatihan membuat hiasan dekorasi kue kepada para ibu rumah tangga serta remaja perempuan setempat.
“Selain bentuk dan rasa kue, peserta pemberdayaaan juga harus mempertimbangkan hiasan dekorasi pada kue agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi dari sebelumnya. Para ibu pelaku UMKM disini mahir dalam pembuatan karya masakan dan perkuean, hanya saja bagaimana kita sebagai pelaku UMKM dapat saling belajar agar memiliki ciri khas produk yang mempunyai nilai ekonomi lebih tinggi dibanding sebelumnya, salah satunya adalah dengan memiliki hiasan dekorasi kue yang menarik,” papar lulusan Magister Sosiologi Universiyas Airlangga angkatan 2014 ini
Lebih jauh, perempuan yang dikenal berperan aktif dalam memperjuangkan kesetaraan gender ini berharap para ibu rumah tangga dan remaja perempuan di Desa Kedung Kembar, Kecamatan Prambon, Sidoarjo ini mampu berdaya dengan produk UMKM yang dibuat secara mandiri agar dapat berperan serta dalam membantu perekonomian keluarga.
“Saya tegaskan, perempuan seringkali dianggap lemah sebagai sosok pelengkap saja. Terlebih lagi adanya pola berpikir bahwa peran perempuan hanya sebatas kelas kedua dengan segala tugas rumah tangga yang dianggap sebagai sebuah kewajiban mutlak. Ini sangat bertentangan sekali dengan paham kesetaraan gender yang mengajarkan kesetaraan dalam pencapaian hak asasi kita (perempuan red) sebagai manusia. Dengan keberdayaan perempuan dalam penciptaan produk UMKM yang memiliki ciri khas tersendiri, saya menyakini bahwa akan berdampak baik pada stabilitas perekonomian rumah tangga nantinya,” harap Hayy Maahayaa.
” Saling memberi dukungan kepada sesama perempuan pada sebuah pergerakkan secara bersama adalah hal yang sangat penting dan dibutuhkan dalam mewujudkan kaum perempuan yang berdaya, mandiri dalam hal menghasilkan produk berciri khas dan berkualitas,”pungkasnya. (Dik)










