banner 728x250

Maju lewat PKN Kota Madiun, Aktivis Buruh Ini Gaungkan Tagar Ganti Dewan Usang

  • Bagikan
banner 780X90

Madiun, akuratmedianews, com – Pendaftaran Bacaleg baru saja selesai tanggal 14 Mei, sebanyak 18 parpol peserta pemilu telah resmi mendaftarkan Bacalegnya ke Komisi Pemilihan Umum ( KPU) Kota Madiun.

Partai Kebangkitan Nusantara salah satu partai baru di kota Madiun resmi telah mendaftarkan 27 Bacaleg.
Yang menarik Dari jumlah tersebut Bacaleg PKN Kota diisi oleh beberapa praktisi hukum, akademisi, para pengusaha, pegiat anti korupsi serta para aktivis kawakkan lainnya yang ada di kota Madiun.

Aris Budiono, SE salah seorang pegiat Ham dan aktivis perburuhan, saat di temui di kediamannya Kelurahan Josenan, Sabtu, (20/5/2023) mengungkapkan, bahwa sebenarnya Ia tidak tertarik dengan politik praktis, namun realita di lapangan memaksa dirinya untuk tampil dan bergabung ke PKN demi menyuarakan kepentingan kaum marginal seperti Buruh, PKL, Juru parkir serta golongan masyarakat kelas bawah lainnya.

Berikut petikan wawancara jurnalis AMN bersama Aris Budiono, SE

*Tt: Apa yang membuat anda tertarik terjun ke dunia politik?*
AB: Lebih dari satu dasawarsa hidup saya lebih banyak di jalanan demi bersama sama dengan lapisan masyarakat bawah, terutama kaum Buruh, saya lalui berbagai macam aksi demo, debat terbuka dengan beberapa pejabat baik itu di televisi, radio ataupun di gedung dewan, namun selama ini hasil belum sesuai dengan harapan, ketika saya masuk ke dalam sistem politik, yaitu parpol maka saya akan lebih punya ruang secara politik menyuarakan kepentingan kaum marginal.

*Tt: Mengapa anda memilih PKN sebagai nahkoda, yang notabene merupakan parpol baru?*

AB: Untuk partai lama dan mapan, saya melihatnya bahwa mereka hanya memperjuangkan golongannya sendiri, dan mereka telah membuat oligarki di dalam kepartaian itu sendiri, contoh kecil, orang yang masuk menjadi legislatif adalah orang dari kelompoknya sendiri, sehingga mereka bisa mengusai berbagai proyek untuk mencetak duit, dan mereka bisa membeli suara rakyat demi kepentingan kekuasaannya.

*Tt: Anda saat ini terdaftar sebagai Bacaleg PKN, apa yang anda perjuangkan untuk masyarakat bawah?*

AB: Tahun 2009 silam saya mendirikan Serikat Pekerja Carrefour Indonesia(SPPCI) Cabang Madiun, disitu saya aktif perjuangkan hak kaum buruh yang tidak sesuai dengan UU, merasa terlalu kritis perusahaan mem PHK saya pada tahun 2013, berkaca pada kejadian itu saya akhirnya membentuk serikat buruh diluar perusahan, bukan hanya kaum Buruh saja yang saya advokasi, PKL pun juga saya dampingi, saat ada larangan PKL berjualan di area salah satu pasar tradisional, alhamdulillah sampai detik ini kawan PKL masih bisa jualan setelah ada kesepakatan saat mediasi bersama DPRD, disisi lain saya melihat dari hari ke hari kebijakan pemerintah sangat tidak berpihak pada kaum marginal, misalnya disahkannya UU Cipta kerja, dari situ saya berpikir bahwa kaum marginal harus masuk parlemen untuk menyuarakan aspirasinya dan harus bisa membuat kebijakan yang pro dengan kaum kecil.

*Tt: Seberapa besar keyakinan anda untuk bisa meraih suara dan bisa duduk di kursi panas DPRD, mengingat peta persaingan yang ketat, terutama petahana?*

AB: Betul, tapi saya perlu tegaskan disini bahwa di politik segala kemungkinan bisa saja terjadi, dan itu sudah ada di otak saya dan tidak perlu saya sampaikan, terpenting sudah saya siapkan lahir maupun batin.

*Tt: Jika anda terpilih dan duduk menjadi anggota dewan, prioritas dan program apa yang segera anda kerjakan?*

AB: Prioritas saya adalah memperjuangkan nasib rakyat kecil, terutama kaum buruh, kaum miskin kota, PKL agar tidak tertindas oleh kebijakan.
Program saya yaitu membuat perda tentang perlindungan buruh serta pembentukan koperasi yang sesuai fungsinya sebagai koperasi dan bukan koperasi yang prakteknya rentenir.

*Tt: Diawal tadi anda menyebut tagar Ganti Dewan Usang(GDU), apa maksudnya?*

AB: Iya, dari situ saya melihat dan menyimpulkan bahwa selama ini Parlemen kita sudah dikuasai para oligarki, indikatornya adalah yang menjadi anggota dewan ya hanya orang-orang itu saja, bahkan anak dan istri mereka juga di majukan, hari ini saya mengatakan bahwa demokrasi kita sudah dikuasai oleh para oligarki, baik di parpol dan parlemennya, dan saya akan suarakan kepada masyarakat kota Madiun, sudah saatnya ada perubahan dengan mengganti para anggota dewan yang sudah lama duduk menjadi wakil rakyat tapi tidak berbuat banyak ke rakyat, mereka hanya sibuk mengurusi partai, kelompok dan orang-orangnya sendiri, dengan tagar ganti dewan usang ini, saya menginginkan adanya perubahan yang lebih baik dan itu ada pada caleg yang mempunyai SDM mumpuni serta punya jiwa untuk mensejahterakan rakyat secara menyeluruh.

Aris Budiono, SE pernah tercatat sebagai ketua forum komunikasi mahasiswa Universitas Wijaya Kusuma Surabaya tahun 2001,pendiri serikat pekerja Carrefour Indonesia Cab Madiun 2009.Pria kelahiran surabaya ini saat ini juga masih menyelesaikan study hukumnya di Universitas Terbuka, dan saat ini masih aktif sebagai ketua salah satu serikat buruh di Madiun Raya serta aktif di dunia advokasi. (Tt/Red)

banner 780X90
Penulis: TtEditor: Sugik
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *