Pengurus DPD Partai Golkar Sidoarjo saat kegiatan kepartaian bersama kader di Sidoarjo (foto dok Golkar Sidoarjo)
SIDOARJO, Akurat Media News– DPD Partai Golkar Sidoarjo melalui Tim Kesehatan Partai, Drh Henryetha Ika Riestanti menjelaskan bagaimana cara aman mengkonsumsi daging kurban ditengan wabah PMK saat ini. Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Hewan jelang lebaran Idul Adha harus diwaspadai bersama, meskipun wabah PMK tidak menular kepada manusia.
“Saat ini wabah PMK di Jatim memang meningkat, bahkan Kabupaten Sidoarjo pada awal penyebaran PMK menjadi Kabupaten di Jawa Timur tertinggi terkait kasus penyebaran PMK. Untuk itu bagi masyarakat yang akan membeli hewan kurban harus waspada. Ada cara-cara mengetahui hewan tersebut terjangkit PMK atau tidak,” kata Etha yang juga menjabat sebagai Bapilu Pemenangan Golkar Sidoarjo ini, Sabtu (2/7/2022).
Lebih jauh Drh Henryetha Ika Riestanti saat menjadi pembicara terkait ‘Cara Aman Mengkonsumsi Daging Kurban di saat Wabah PMK’ yang di gelar di DPD Partai Golkar Sidoarjo ini mengungkapkan jika untuk mengetahui apakah hewan tersebut terjangkit PMK atau tidak, masyarakat harus lakukan beberapa hal diantaranya, melihat fisik hewan terutama di bagiam mulut dan lidah serta bagian kaki, kukunya.
“Jika ada benjolan semacam melepuh berisi cairan di mulut hewan tersebut, maka itu berisi virusnya (PMK red). Untuk dibagian lidahnya juga terlihat seperti mengelupas. Dibagian kaki, tepatnya dikukunya ada lesi atau semacam koreng (bintik bintik gatal red) berarti hewab tersebut terserang PMK, maka saya sarankan jangan dibeli,” ungkap Dokter Hewan yang membuka praktek di kawasan Krian ini.
Drh. Etha juga menambahkan selain hal hal tersebut, masyarakat juga harus jeli.
“Jika hewan itu mengeluarkan air liur terus, maka patut diduga hewan tersebut terindikasi tidak sehat,” paparnya.
“Tak hanya itu, jika kita dari kandang hewan maka pertama yang harus dilakukan adalah menyendirikan pakaian kita untuk segera direndam menggunakan deterjain. kemudian langsung membersihkan tubuh dengan cara mandi dan sebagainya,” imbuh Wakil sekretaris Himpunan Putra-Putri Keluarga Angkatan Darat (HIPAKAD) Sidoarjo ini.
Ditanya terkait cara aman mengkonsumsi daging kurban ditengah kekhawatiran wabah PMK, Etha memaparkan jika masyarakat harus memastikan mengolah daging dengan benar, dalam waktu dan suhu yang tepat.
“Daging kurban yang didapatkan jangan langsung dimasak seperti di sate atau dibakat. Pertama didihkan air panas dulu kemudian rebus daging hingga suhu di dalam daging minimal 70 derajat Celcius selama 30 menit. Setelah itu buang airnya, dan setelahnya daging bisa iolah atau dimasak,” paparnya.
Etha menyarankan agar masyarakat menghindari dan sebisa mungkin tidak mengkonsumsi bagian kaki, bibir dan lidah sapi, kemudian saat proses pemotongan hewan sebisa mungkin didampingi petugas medis.
“Bagian kaki, bibir, lidah sapi sebisa mungkin jangan di konsumsi. Kemudian saat proses pemotongan hewan nanti warga bisa meminta pendampingan petugas medis,” Pesanya
Sementara itu terpisah, Anggota Komisi E DPRD Jatim, Adam Rusydi mengungkapkan jika masyarakat tidak perlu khawatir atau mempunyai ketakutan yang berlebihan terkait wabah PMK. Menurutnya, mewabahnya PMK tidak lantas membuat Pemerintah melarang masyarakat mengonsumsi daging.
“Masyarakat jangan takut, berdasarkan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), hewan ternak yang terinfeksi PMK dalam taraf ringan masih sah untuk dikurbankan. Namun, daging dari hewan kurban tersebut harus direbus selama 30 menit atau hingga matang sebelum dibagikan kepada warga, hal ini sesuai dengan edaran dari Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet),” kata Adam.
Ketua DPD Partai Golkar Sidoarjo ini mengungkapkan jika Partainya akan berkurban tetapi tidak disembelih sendiru melainkan disembelih di Rumah Pemotongan Hewan (RPH).
“Kita akan menyembelih hewan kurban di RPH, tidak menyembelih sendiri. Setelah itu baru daging akan kita bagikan kemasyarakat Sidoarjo yang berhak menerimanya yaitu masyarakat tidak mampu,” ungkap Adam
Lebih jauh Adam memaparkan jika intruksi Kementerian Pertanian juga menegaskan jika daging hewan yang pernah terkena PMK aman dikonsumsi, asalkan hewan tersebut sudah sembuh dan daging dimasak dengan proses yang tepat.
“Daging harus dimasak, direbus dahulu. Jangan langsung dimasak seperti disate atau dibakar, harus direbus dahulu. Mengonsumsi daging sangat penting untuk memenuhi kebutuhan protein harian kita, maka ditegah wabah PMK ini sikap sikap kehati hatian kita harus kita jalankan, untuk hidup sehat” pungkasnya. (Dik)










