Akuratmedianews.com – DPD Partai Golkar Sidoarjo akhirnya angkat bicara terkait isu ketidakharmonisan antara Bupati Subandi dan Wakil Bupati Mimik Idayana yang belakangan santer terdengar.
Dalam pernyataan sikap politik resminya, Partai Golkar memilih untuk mengambil posisi di tengah. Keputusan ini ditegaskan sebagai bentuk komitmen Golkar untuk menjaga stabilitas pemerintahan Sidoarjo dan terus memperjuangkan kepentingan rakyat di tengah isu tersebut.
Ketua DPD Partai Golkar Sidoarjo Adam Rusydi mengatakan bahwa partainya tidak akan mencampuri hubungan internal antara Bupati dan wakil bupati. Menurutnya, seluruh pemangku kepentingan menahan diri dan mengedepankan komunikasi kedepan demi kepentingan masyarakat Sidoarjo.
“Kepemimpinan harmonis merupakan fondasi utama kelancaran roda pemerintahan dan indikator keberhasilan pembangunan. Perbedaaan pandangan dengan eksekutif itu wajar selama ini kita selesaikan dengan bijak dan profesional,” ujarnya, saat konferensi pers berlangsung di lantai 2 kantor DPD Partai Golkar Sidoarjo, Senin (23/6/2025) siang.
Pria akrab dipanggil Adam menekankan bahwa partainya selalu menjunjung tinggi etika politik dan stabilitas.
“Dalam konteks ini, partainya mempunyai hubungan baik dengan kedua tokoh yang kini menjabat kepala daerah. Subandi merupakan calon diusung Golkar dalam Pilkada 2024, sementara Mimik merupakan ketua DPC Partai Gerindra Sidoarjo, mitra strategis Golkar secara nasional,” kata Adam.
Anggota DPRD Jawa Timur mengajak semua pihak kembali ke semangat awal perjuangan yang mengedepankan pelayanan terhadap rakyat. Ia menuturkan bahwa masyarakat Sidoarjo butuh kepastian dari hasil kerja nyata, bukan drama politik atau pencitraan.
“Masyarakat Sidoarjo membutuhkan stabilitas dan kepastian, bukan konflik kepentingan politik. Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan baik eksekutif maupun legislatif untuk menempatkan kepentingan rakyat diatas segalanya,” pungkasnya.










