banner 728x250

Masyarakat Desa Gesang Gotong Royong Perbaiki Irigasi Dam Klerek

  • Bagikan
banner 780X90

 

Lumajang – Akuratmedianews.com. Masyarakat dan Pemerintah Desa Gesang melakukan Kerja Bhakti untuk mengalihkan dan mengalirkan air irigasi Dam Klerek.
Kerusakan Irigasi itu, karena Belum pulihnya Infrastruktur akibat terdampak lahar Semeru beberapa waktu yang lalu, sehingga menyebabkan terganggunya distribusi air ke sejumlah lahan pertanian di wilayah Desa Gesang dan sekitarnya. Kondisi tersebut berpotensi menghambat aktivitas tanam karena sawah sangat bergantung pada ketersediaan air irigasi.

Namun, di tengah situasi tersebut, petani bersama pemerintah desa melakukan kerja bakti untuk mengalihkan dan mengalirkan air melalui saluran sementara agar lahan tetap dapat terairi.

Bupati Lumajang Indah Amperawati saat meninjau lokasi Dam Klerek, mengapresiasi kekompakan warga yang tetap berupaya menjaga keberlanjutan pertanian meski kondisi infrastruktur belum pulih sepenuhnya.

“Saya melihat masyarakat sangat kompak. Petani bersama pemerintah desa bergotong royong memastikan irigasi sementara tetap berfungsi agar sawah tetap bisa ditanami,” ujarnya.

Masih kata Bupati Perempuan Pertama di Lumajang ini, Substansi utama dari kondisi ini adalah bahwa gotong royong warga menjadi kekuatan adaptasi bencana. Ketika infrastruktur belum kembali normal, masyarakat tidak menunggu sepenuhnya pemulihan, tetapi berinisiatif menjaga sistem irigasi agar musim tanam tetap berjalan.

Bagi petani, keberlanjutan aliran air menjadi penentu utama apakah lahan bisa ditanami atau tidak. Karena itu, saluran sementara yang dibangun secara swadaya menjadi solusi darurat untuk mempertahankan produktivitas sawah.

Bupati menyebut, semangat kolektif tersebut menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas sektor pertanian pascabencana. Ia menilai, ketahanan masyarakat tidak hanya diukur dari infrastruktur yang tersedia, tetapi juga dari kemampuan warga beradaptasi menghadapi keterbatasan.

“Tadi saya juga melihat ada petani yang sudah mulai menanam padi. Ini menunjukkan semangat untuk bangkit tetap kuat,” katanya.

Kerusakan Dam Klerek sendiri berdampak pada sistem irigasi yang terhubung dengan beberapa desa di kawasan tersebut. Pemerintah daerah saat ini tengah mengusulkan percepatan perbaikan kepada pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur, termasuk pada dua titik lain yakni Dam Lobang Kiri dan Kedung Caring.

Jika seluruh sistem irigasi tersebut kembali berfungsi optimal, ribuan hektare lahan pertanian diperkirakan dapat kembali produktif seperti sebelumnya.

Namun di tengah proses pemulihan tersebut, warga menjadi garda terdepan dalam menjaga keberlangsungan pertanian. Kerja kolektif di lapangan menunjukkan bahwa adaptasi pascabencana tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada solidaritas sosial masyarakat.

Melalui gotong royong, warga memastikan bahwa meski dalam kondisi terbatas, musim tanam tetap dapat berjalan dan kehidupan pertanian tidak berhenti.(naf)

banner 780X90
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *