Ketua DPD Partai Golkar Sidoarjo, Adam Rusydi
SIDOARJO, AkuratMediaNews-Rencana Pemerintah Kabupaten Sidoarjo menaikkan insentif/operasional RT/RW senilai Rp. 6 juta pertahun atau Rp. 500 ribu perbulan belum terealisasikan.
Penambahan operasional Ketua RT/RW se-Sidoarjo Rp.6 juta setahun tersebut masuk di 17 program kerja ‘Sidoarjo MAS’ Bupati Sidoarjo, Ahmad Muhdlor Ali dan Wakil Bupati Sidoarjo, H Subandi. Nyatanya hingga 2 tahun memimpin Kabupaten Sidoarjo janji politik keduanya kepada pengurus RT/RW itu belum dilakukan atau direalisasikan.
Yohanes Wali ketua RT 17/ RW 08 Desa Kwangsan, Kecamatan Sedati, Sidoarjo mengungkapkan jika dana operasional atau insentif yang dia terima sebagai RT sebesar Rp.100 ribu perbulan dan belum ada kenaikan hingga saat ini.
“Tiga tahun saya menjabat Ketua RT, dana operasional Rp.100 ribu perbulan. Tidak ada kenaikan seperti apa yang dijanjikan Bupati dan Wakil Bupati saat dulu mencalonkan diri,” kata Yohanes, Sabtu (8/10/2022).
“Menurut kami dan teman teman nilai seratus ribu ini sangat tidak layak untuk operasional RT dan RW dalam sebulan untuk melayani warga,” sambung Yohanes.
Yohanes mencontohkan jika ada kedukaan atau ada warga yang sakit setidaknya RT dan RW lah sebagai penggerak woro woro ke warga untuk silahturahmi sekaligus menjalin kerukunan warga.
“Tentu Pak RT dan Pak RW minim ada isi dompet sebagai tali kasih kepada warga yang lagi kesusahan.Jadi menurut saya anggaran untuk operasional ketua RT dan RW adalah investasi yang tepat untuk komunikasi sosial dan budaya di masyarakat. Pemkab Sidoarjo harus memandang ini sebagai sesuatu yang positif,” ungkapnya.
Berharap Bantuan Fraksi Golkar Kawal Kenaikan Operasional RT/RW
Berusaha mencari solusi permasalahan operasional RT/RW, Yohanes bersama sejumlah perwakilan ketua RT di Desa Kwangsang, Kecamatan Sedati melapor atau mencurhatkan permalasahan tersebut ke DPD Partai Golkar Sidoarjo.
“Harapan kami DPD Partai Golkar melalui Ketua DPD, Adam Rusydi bisa menyuarakan jeritan hati kami (RT/RW red) melalui legislatif atau legislatornya di DPRD Sidoarjo,” harapnya.
“Semoga permasalahan kami segera ada solusi, terima kasih bantuan DPD Golkar Sidoarjo yang akan perjuangkan dan mengawal permasalahan kami ini, sebab RT dan RW adalah ujung tombak pembangunan di tingkat terendah di masyarakat,”Imbuhnya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Sidoarjo, Adam Rusydi mengungkapkan jika pihaknya menerima banyak laporan dari pengurus RT/RW terkait dana operasional mereka yang hingga saat ini belum ada kenaikan.
“Mereka menyampaikan ke kami (DPD Golkar Sidoarjo red), jika dana operasional RT/RW belum ada kenaikan sesuai janji Program Sidoarjo Mas senilai Rp.500 ribu perbulan atau Rp.6 juta pertahun,” kata Ketua DPD Partai Golkar Sidoarjo, Adam Rusydi, Sabtu (8/10/2022).
Menurutnya Atas keluhan tersebut, dirinya melalui Anggota DPRD Sidoarjo dari fraksi Golkar akan mengawal operasional atau insentif RT/RW tersebut hingga tuntas.
Menurut Anggota DPRD Jatim ini, sudah menjadi keharusan jika insentif atau operasional RT/RW di Kabupaten Sidoarjo bertambah, dan hal itu sudah masuk ke program Pemkab Sidoarjo tinggal direalisasikan kepada mereka (RT/RW red).
“Anggota Fraksi Golkar di DPRD Sidoarjo siap mengawal permasalahan pengurus RT/RW ini. Secepatnya akan dibahas anggota Fraksi Golkar bersama pihak instansi terkait di Pemkab Sidoarjo,” kata Adam Rusydi. (Dik)
Adam melanjutkan jika pengurus RT/RW adalah garda terdepan dalam melayani masyarakat di lingkup masyarakat tingkat bawah atau perkampungan.
“Mereka patut mendapat penghargaan yang layak, patut mendapat operasional yang layak,”pungkasnya.(Dik)










