banner 728x250

Gus Lilur Bangun Jalur Ekspor, Rokok Madura Dibidik Kuasai Pasar Asia

  • Bagikan
banner 780X90

 

PAMEKASAN – Akuratmedianews.com Industri rokok lokal Madura memasuki babak baru. Bukan sekadar bertahan di pasar regional, kini mulai muncul langkah serius untuk membangun poros ekspor yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. Inisiatif tersebut datang dari Founder & Owner Rokok Bintang Sembilan (RBS), HRM Khalilur Rahman Abdullah Sahlawiy atau Gus Lilur, yang menargetkan produk rokok asal Madura mampu bersaing di pasar Asia.

 

Berbeda dari pengusaha rokok pada umumnya, Gus Lilur memilih memperkuat fondasi sebelum melangkah lebih jauh. Ia mengakui, pada awalnya masih awam dalam urusan ekspor rokok. Titik balik itu terjadi ketika seorang pejabat Bea Cukai memperkenalkannya kepada sosok yang dikenal sebagai pionir eksportir rokok Madura.

 

Pengusaha tersebut disebut sebagai orang pertama yang berhasil mengekspor rokok Madura ke pasar Asia dan Eropa secara legal, serta hingga kini dinilai konsisten menjalankan ekspor resmi. Berasal dari Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, menikah dengan warga Sumenep, dan menetap di Pamekasan, ia mengelola pabrik di Sumenep dan Pamekasan.

 

Dari pertemuan itulah proses transfer pengetahuan berlangsung. Gus Lilur mempelajari berbagai aspek penting, mulai dari karakter tembakau Madura, racikan saus rokok, manajemen produksi pabrik, hingga tata kelola dan regulasi ekspor yang ketat. Baginya, untuk menembus pasar internasional, kualitas produk dan kepatuhan hukum menjadi syarat mutlak.

 

Salah satu merek rokok yang telah beredar di pasar nasional sekaligus menembus ekspor adalah EXODUS. Keberhasilan merek tersebut menjadi bukti bahwa rokok Madura memiliki daya saing, selama dikelola dengan standar mutu dan strategi distribusi yang tepat.

 

Dalam diskusi yang berlangsung hingga larut malam di Pamekasan, Gus Lilur menyampaikan visinya untuk menjadi pengusaha rokok terbesar di Asia. Ia juga mengungkapkan bahwa jaringan pasar yang dimilikinya telah eksis di sembilan negara Asia, sebuah modal penting untuk mempercepat ekspansi.

 

Sang pionir ekspor menilai, meski banyak pabrik rokok berdiri di Madura, hanya sedikit yang mampu menembus pasar nasional dan lebih sedikit lagi yang berhasil masuk pasar ekspor. Tantangan standar mutu, legalitas, dan jaringan distribusi global menjadi hambatan utama.

 

Pertemuan tersebut akhirnya menghasilkan kesepakatan kerja sama sebagai langkah awal sinergi ekspansi. Diskusi berakhir sekitar pukul 23.55 WIB setelah berbagai peluang pengembangan usaha dibahas secara mendalam.

 

Meski sepakat berkolaborasi, sang pionir memilih agar identitasnya tidak dipublikasikan. Permintaan itu dihormati sebagai bagian dari komitmen profesional.

Kini, poros baru ekspor rokok Madura mulai dibangun dari Pamekasan.

 

Dengan kombinasi jaringan pasar yang telah terbentuk dan pengalaman eksportir pionir, ambisi membawa rokok Madura naik kelas ke pasar Asia bukan lagi sekadar wacana, melainkan strategi yang mulai dijalankan secara konkret.(red).

banner 780X90
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *