Akuratmedianews.com – Lembaga Survei The Republic Institute (TRI) merilis hasil survei evaluasi kepuasan publik terhadap kinerja 100 hari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak di ruang zoom meeting, Senin (26/5/2025) siang.
Berdasarkan survei yang dilakukan di seluruh Kabupaten/Kota pada 15- 22 Mei 2025 dengan melibatkan 2.200 responden, hasilnya menunjukkan bahwa 71,4% masyarakat merasa puas dengan kinerja pemerintahan Khofifah-Emil.
Metode survei ini menggunakan beberapa hal yaitu survei yang wawancara tatap muka maka menggunakan kuesioner dengan menggunakan teknik pengambilan stratified random sampling secara proporsional pembagian sampel seusai data BPS terbaru.
Diektur TRI Sufyanto mengatakan bahwa mayoritas responden sebanyak 71,4% menjawab puas terhadap kinerja Gubernur – Wakil Gubernur selama 100 hari kerja ini. Menurutnya, ada beberapa indikator yang dijadikan pertimbangan utama oleh responden yang menjawab puas diantaranya adalah Komitmen pada Peningkatan Kesejahteraan Ekonomi dan Pangan sebesar 15,6%, Konsisten pada janji dan Program yang Dibawa saat Kampanye sebesar 13,2%, Sejalan dengan Program Asta Cita Pemerintah Pusat sebesar 12,5%.
“Masyarakat yang tidak puas sebesar 23,5% dikarenakan harapan masyarakat Jawa Timur terhadap kepemimpinan Gubernur – Wakil Gubernur yang tinggi. Masyarakat mengharapkan dampak dari kebijakan Khofifah – Emil lebih cepat dirasakan. Hal tersebut dikarenakan Khofifah – Emil bukan pemimpin baru yang menjabat 100 hari ini saja, melainkan telah menjabat juga pada periode sebelumnya,” ujarnya.
Sufyanto menjelaskan bahwa masyarakat menaruh ekspektasi tinggi terhadap program kerja yang pada dasarnya merupakan lanjutan, bukan program kerja yang memulai dari awal dan tentunya memerlukan lebih banyak waktu.
“Mengenai apa yang telah dilakukan Khofifah – Emil hingga saat ini, maka masyarakat cenderung berharap Gubernur dan Wakil Gubernur meningkatkan peran dan kinerjanya. Persentase masyarakat dengan kategori Sangat Berharap dan Berharap mencapai 80,3%,” jelas dia.
“Kesesuaian antara kinerja Gubernur jika dibandingkan dengan harapan masyarkat sangat rendah dimana sebanyak 75,1% responden menjawab mengatakan Tidak/Belum Sesuai Harapan,” tambahnya.
Sufyanto mengungkapkan bahwa pemerintahan Khofifah dan Emil mendapatkan tingkat kepuasan yang cukup di bidang pangan, pertanian, dan kehutanan dari 71,7 persen responden mencapai puas, karena konsistensi Jawa Timur sebagai lumbung pangan nasional.
“Pemerintahan Khofifah – Emil memberikan dukungan langsung terhadap petani melalui kredit usaha rakyat (KUR) pertanian. Salah satnya adalah Bidang Pelayanan Publik 70,8% responden puas, meningkatnya akses dan kualitas terhadap layanan dasar menjadi alasan kepuasan masyarakat terhadap pelaanan public di Jawa Timur,” imbuhnya.
Ia juga menyampaikan bahwa digitalisasi pelayanan publik juga dianggap memberikan efektifitas waktu bagi masyarakat seperti e-surat, e-pajak, dan e-samsat.
“Bidang Lingkungan Hidup dan Energi 70,5% responden puas, Khofifah – Emil selama ini dianggap tegas dalam memilah investor yang boleh masuk ke Jawa Timur. Pertimbangan dampak lingkungan menjadi indicator utama dalam diterima atau ditolaknya investor yang ingin menanamkan modalnya di Jawa Timur,” tukas Sufyanto.
Berdasarkan survei yang dilakukan di seluruh Jawa Timur pada 15-22 Mei 2025 dengan melibatkan 2.200 responden, mayoritas masyarakat memberikan tanggapan positif terhadap berbagai program yang telah dijalankan.
Sufyanto menuturkan bahwa Stabiilisasi Harga Pangan mencapai 77,6%. Artinya, mendapat dukungan luas karena langsung menyentuh kebutuhan dasar masyarakat, kebijakan menggelar pasar murah di beberapa wilayah oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur mampu menekan inflasi sekaligus meningkatkan daya beli masyarakat.
“Program Perumahan Subsidi – 73,6%, meskipun jumlahnya masih terbatas, tetapi program ini dinilai baik karena skema pembayaran yang ringan dan sangat membantu masyarakat yang berpenghasilan rendah untuk memiliki rumah pertama,” tuturnya.
“Program Transportasi Umum (Trans Jatim) mencapai 71,5% Kebijakan ini memberikan angin segar bagi masyarakat pengguna transportasi publik. Setelah 5 koridor resmi aktif beroperasi pada Januari hingga Maret 2025 peminat transportasi ini tercatat terus meningkat,”pungkasnya.










