banner 728x250

Kangean dan Indonesia Diproyeksi Jadi Kiblat Lobster Dunia, Ini Kata Gus Lilur

  • Bagikan
Tiga perusahaan raksasa di bidang perikanan budidaya, PT. Bandar Laut Dunia Grup (Balad Grup), PT. Global Loketarubacanata Nusantara Grup (Glora Grup), dan PT. Pemijahan Biota Laut Ekuator Khatulistiwa Nusantara Grup (Pebitalekara Grup)
banner 780X90

Akuratmedianews.com – Sebuah gebrakan ambisius tengah diupayakan di perairan Jawa Timur. Tiga perusahaan raksasa di bidang perikanan budidaya, PT. Bandar Laut Dunia Grup (Balad Grup), PT. Global Loketarubacanata Nusantara Grup (Glora Grup), dan PT. Pemijahan Biota Laut Ekuator Khatulistiwa Nusantara Grup (Pebitalekara Grup), bersatu padu dalam proyek pionir, pemijahan lobster skala miliaran di gugusan Teluk Kangean, Sumenep.

Owner Balad Group, HRM Khalilur R. Abdullah Sahlawiy mengatakan bahwa hatchery pebitalekara grup ini berpusat di Situbondo, konsorsium ini telah memulai penebaran jutaan nauplisoma (larva lobster) di teluk sabiteng dan teluk pulau malang sejak mei tahun 2025. Menurutnya, target fantastis pun dicanangkan satu miliar nauplisoma lobster dalam enam bulan ke depan.

“Untuk mencapai ambisi tersebut, Balad Grup bersama mitranya menyiapkan infrastruktur masif berupa 100 set keramba. Terdiri dari 5000 unit. Tiap unit keramba akan diiis dengan 200.000 nauplisoma lobster,” ujar pria yang akrab disapa Gus Lilur, Rabu (30/4/2025).

Gus Lilur mengungkapkan bahwa dengan asumsi tingkat kelangsungan hidup (SR) 50 persen, proyek ini berpotensi menghasilkan 500 juta benih being lobster (BBL). Ia juga mengacu, harga BBL di Balai Layanan  Usaha (BLU) Situbondo milik kementerian kelautan dan perikanan (KKP) RI sebesar Rp 10.000 per ekor, nilai ekonomi yang terkandung mencapai angka fantastis Rp 5 triliun.

“Di balik potensi keuntungan menggiurkan, tersimpan risiko besar. Risikonya adalah nauplisoma mati semuanya,” kata Gus Lilur.

Menurut Gus Lilur, sebuah pengakuan jujur mengingat fakta pahitnya yang melingkupi upaya pemijahan lobster secara global.

“Hingga kini,belum ada satu pun lembaga penelitian, institusi, maupun negara yang berhasil melakukannya secara berkelanjutan. Puluhan negara bahkan ratusan pengusaha telah mencoba, namun berunjung kegagalan yang didapatkan,” imbuh dia.

“Kalau gagal ya rugi, rugi miliaran. Lantas mengapa tetap nekat melangkah tanpa jaminan sukses? Disitulah beda kami, sukses dan gagal adalah sahabat pengusaha, sudah biasa. Keyakinan kita bertumpu pada semangat yakin usaha sampai, berserah diri kepada tuhan setelah ikhtiar maksimal,” tambah Gus Lilur dengan nada optimistis.

Gus Liur menuturkan bahwa Balad Grup saat ini mengklaim sebagai satu-satunya perusahaan di dunia yang berani menginvestasikan dana miliaran untuk pemijahan lobster skala besar ini.

“Jika berhasil, mereka akan mencatatkan sejarah sebagai yang pertama di dunia. Lebih jauh, konsorsium ini memiliki visi besar untuk menjadikan Kangean Sumenep dan Indonesia sebagai kiblat baru dunia dalam usaha perikanan budidaya,” tutur dia.

“Kami akan memanfaatkan keistimewaan laut Indonesia yang berada di garis khatulistiwa. Sebuah mimpi untuk mengembalikan kejayaan maritim nusantara,” pungkasnya.

banner 780X90
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *