banner 728x250

Mensos Gus Ipul Kunjungi Rumah Calon Siswa Sekolah Rakyat

  • Bagikan
Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf meninjau kediaman rumah Ahmad Ardiansyah, calon siswa Sekolah Rakyat (SR) di Pauruan, Jawa Timur. (Foto : Mahsuni)
banner 780X90

Akuratmedianews.com Menteri Sosial (Mensos) RI Saifullah Yusuf meninjau kediaman rumah Ahmad Ardiansyah, calon siswa Sekolah Rakyat (SR) di Pauruan, Jawa Timur pada hari rabu (14/5/2025) kemarin.

Keluarga Ardi tercatat sebagai keluarga miskin ekstrem atau masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) desil satu. Kedua orang tua Ardi ini bekerja serabutan sebagai pemulung dan penjaga toilet komunal di Mandaranrejo, dengan pendapatan harian berkisar antara Rp 30 – 50 ribu.

Dalam kesempatan ini, Orang tua Ardi Siti Aminah menuturkan bahwa tawaran bersekolah di Sekolah Rakyat diterima putranya tanpa penolakan. Menurutnya, informasi awal mengenai kesempatan tersebut diperoleh dari ketua RT setempat terkait rencana pembukaan SMP di SR Kota Pasuruan tahun ini.

“Mau, ankanya ditanyain langsung mau,” ucap Siti.

Senada, Ardi mengakui bahwa ketertarikannya untuk menimba ilmu di SR lantaran ingin merasakan pengalaman hidup mandiri di Asrama. “Sekolah yang dipilihnya itu diketahui memang menerapkan konsep boarding school (sekolah asrama,” imbuhnya.

Dengan cita-cita tentara, Bocah tersebut mengapresiasi langkah Presiden Prabowo melalui Mensos dalam membentuk SR, sebuah inisiatif yang diyakininya membuka jalan menuju pendidikan lebih baik.

“Terima kasih Pak Presiden dan Pak Menteri. Saya bisa sekolah kembali,” imbuh Ardi dengan nada terharu dan nangis.

“Pemerintah secara khusus memperhatikan seorang anak-anak laki-laki berusia sekitar 12 tahun, siswa kelas 6 SD yang akan lulus tahun ini, sebagai salah satu calon siswa sekolah rakyat (SR),” ujar Gus Ipul usai berbincang dengan anak tersebut, Ardi bersama orang tuanya.

Pria yang akrab dipanggil Gus Ipul ini menekankan bahwa Presiden Prabowo telah instruksikan untuk membentuk sekolah rakyat (SR) ini bagi masyarakat desil satu yaitu miskin dan miskin ekstrem berdasarkan data tunggal sosial ekonomi nasional (DTSEN). Menurutnya, mereka memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan yang baik dan layak.

“Presiden Prabowo ingin mereka yang beportensi untuk tidak melanjutkan sekolah. Mungkin, dengan alasan putus sekolah, pemerintah hadir memberikan perhatian dengan mendapatkan akses lebih luas untuk bisa sekolah salah satunya adalah SR ini,” kata Gus Ipul.

Usai menyambangi kediaman Ardi, Gus Ipul meninjau UPT SDN Kandangsapi 1 di Kota Pasuruan, salah satu kandidat lokasi Sekolah Rakyat. Dalam kunjungan singkat sekitar 10 menit itu, ia sempat berinteraksi dengan siswa kelas 5. Ia juga meninjau lokasi potensial Sekolah Rakyat di Kabupaten Pasuruan, memanfaatkan lahan dan bangunan eks Kantor Bupati Pasuruan.

“Penyelenggaraan Sekolah Rakyat tahun ajaran mendatang akan dimulai di salah satu titik, yakni kantor bekas Bupati Pasuruan yang kini berlokasi di Bangil,” jelasnya.

 

Gus Ipul menuturkan, proses renovasi tengah berlangsung di lahan seluas lebih dari delapan hektare.

“Lokasi tersebut direncanakan akan menampung enam rombongan belajar (rombel) dengan kapasitas total 150 siswa dimulai dari jenjang SMP dan SMA,” tutur Gus Ipul.

banner 780X90
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *