banner 728x250

SRR Yayasan (Yabhysa) Kabupaten Probolinggo Gelar Rembuk Pemangku Kepentingan Dalam Rangka Eliminasi TBC

  • Bagikan
banner 780X90

PROBOLINGGO,akuratmedianews.com-Peringatan Hari Tuberkulosis Se-Dunia yang jatuh tepat pada Kamis (24/3/2022) kemarin, SRR Yayasan Banu Yasa Sejahtera (Yabhysa), yang beralamatkan di Dusun Kejawan RT 10/RW 07 Desa Sumberejo, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo menjadikan momen tersendiri baginya.Salah satunya dimana mereka bersama tim dam kadernya melaksanakan Rembug Pemangku kepentingan Komitmen Eliminasi TBC tahun 2022 di Kabupaten Probolinggo pada (1april 2022) kemarin.

Dalam pelaksanaannya, acara tersebut diikuti oleh Organisasi Perangkat Daerah, yaitu Dinas Kesehatan, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Dinas sosial, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Diskominfo, dan melibatkan PPNI (Persatuan Perawat), PATELKI, KPA, Rumah sakit Waluyo Jati, Rumah Sakit Tongas, CSR, FKPS, Perwakilan Kader TBC Se Kabupaten Probolinggo.

Kepada Akuratmedianews.com Probolinggo Raya,Ketua yayasan (Yabhysa) Nuril Millati SP menjelaskan bahwa,saat ini saja Target 2300 temuan penderita TBC di kabupaten Probolinggo belum tercapai, baru 1193 kasus. Target terduga sebanyak 12.000 baru tercapai 3000 orang.Kamis (7 /4/2022)

“Penyakit TBC ini tidak jauh berbeda dengan virus covid-19,baik dalam penularan ataupun tingkat bahaya resiko bagi penderitanya,bahkan TBC sudah lebih lama diderita oleh masyarakat,namun sayangnya seakan terabaikan”.jelas Nuril.

Menurutnya,pihaknya berharap agar kedepannya semua pihak dan instansi bisa terlibat dalam pencegahan dan pengendalian TBC yang ada di kabupaten Probolinggo, terlebih lagi dalam penanganan dan pendanaannya.Karena selama ini selain dari pihak swasta donaturnya,pihaknya melakukan giat donasi untuk pendanaannya.

“Dengan diadakannya kegiatan ini, kami berharap semua pihak nantinya bisa berkontribusi dalam proses eliminasi TBC yang ada di Kabupaten Probolinggo.Jadi,jika kedepannya setelah program tidak disuport lagi oleh funding (Global Fund – Pena Bulu STPI) program ini bisa terus berkelanjutan. Dan Kabupaten Probolinggo bisa benar bebas dari TBC di tahun 2030.Kalaupun ada kasus nantinya, bisa cepat tertangani,sehingga angka kematian untuk penderita TBC bisa semakin menurun.”Harapnya

Nuril Millati menambahkan,Dinsos juga mensuport kedepannya terkait kegiatan ini.Bukan hanya Dinsos saja, menurutnya, DPMD Kabupaten Probolinggo pun memberikan respon yang baik terkait honor para kadernya.

“Di tahun 2022, Dinsos akan memberikan bansos untuk 200 orang penderita yang tidak masuk data DTKS sebesar Rp.3.600.000/tahun.Sementara untuk honor para Kader, menurut DPMD Kabupaten Probolinggo, selanjutnya bisa di masukkan dan dimuat dalam RPJMDES setempat melalui Musrenbang.”Pungkasnya

Perlu diketahui, berdasar Global TB Report WHO 2021, diungkapkan bahwa TBC masih menjadi masalah kesehatan dunia hingga saat ini. Pada 2020 saja terdapat 9,9 juta jiwa yang menderita TBC serta 1,5 juta nyawa melayang akibat penyakit yang sebenarnya bisa dicegah dan diobati itu.

Saat ini di Indonesia setidaknya 824 ribu jiwa jatuh sakit dan 93 ribu jiwa meninggal akibat TBC pada 2020.

Di Jawa Timur sendiri, pada tahun 2021 tercatat ada 43.268 jiwa penderita TBC, dan ini merupakan jumlah kasus TBC tertinggi ketiga di nasional. Dimana tertinggi pertama adalah Jawa Barat sebanyak 93.626 jiwa penderita TBC, dan tertinggi kedua adalah Jawa Tengah sebanyak 44.203 jiwa penderita TBC.

Shol

banner 780X90
banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *